FABB Gelar "Diskusi Intensif" Mencari Solusi Penanganan Banjir Rob di Belawan

Rabu, 24 November 2021, 11/24/2021 WIB
Oleh Cinta Pradiva Alvina Ardianti

SNIPERS.NEWS | Belawan - Situasi Kota Belawan yang kerap dilanda bencana banjir rob semakin membuat masyarakat menjadi menderita. Karena bukan hanya infrastruktur saja yang mengalami kerusakan, namun kerugian materi semakin dirasa besar oleh penduduk belawan. 

Apalagi beberapa saat yang lalu sempat mengambil korban jiwa seorang anak kecil yang jatuh dan tenggelam tepat di depan teras rumahnya.

Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong Forum Anak Belawan Bersatu (FABB) melakukan kegiatan “Diskusi Insentif”, untuk mencari upaya penuntasan bencana banjir rob di Belawan dengan tema kegiatan “Langkah Kolaborasi Untuk Menciptakan Solusi”, Selasa 23 November 2021 bertempat di Aula Kecamatan Medan Belawan.

Kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah, TNI/Polri, BUMN, Perusahaan Swasta dan Organisasi Sosial Masyarakat dan Kepemudaan ini berlangsung dalam suasana yang santai dan terkesan informal namun penuh keseriusan, dimana para peserta saling berinteraksi mengemukan pandangan dan langkah-langkah solutif untuk pengentasan permasalahan banjir rob yang sudah terjadi selama bertahun tahun.

Dalam kata sambutan sekaligus membuka acara kegiatan, Letkol laut Irfan Hasibuan yang mewakili Danlantamal I Belawan mengatakan, bahwa kegiatan Diskusi Intensif ini adalah suatu langkah positif untuk menggali akar masalah yang terjadi, dan akan bermuara kepada solusi serta rencana tindak lanjut upaya penanganan banjir rob di Belawan.

Letkol Irfan juga menyatakan, bahwa TNI Angkatan Laut akan siap menjadi supporting jika ada upaya dari elemen masyarakat serta stakeholder lainnya berbuat positif, untuk menciptakan Belawan menjadi kota yang indah dan bersih serta terminimalisir dari banjir rob.

Sedangkan Tokoh Masyarakat Belawan, H. Irfan Hamidi mengungkapkan dalam sambutannya, bahwa kondisi Belawan saat ini sudah sangat memprihatinkan, banjir rob yang melanda Kota Belawan selama bertahun tahun perlu di sikapi oleh seluruh elemen yang ada dengan kepedulian yang tinggi, tidak hanya mengandalkan satu atau dua organisasi saja, perlu ada gerakan bersama karena masalah ini juga dialami bersama.

"Banjir rob ini adalah masalah besar bagi masyarakat, untuk itu perlu ada sebuah kekuatan besar pula untuk memperbaikinya. Maka, perlu ada kolaborasi dari pihak pihak yang peduli atas kondisi ini, kita jangan menyerahkan persoalan ini kepada pemerintah saja, mari kita libatkan diri kita untuk menata Belawan menjadi lebih baik. Untuk itu, peran dari BUMN dan Perusahaan swasta yang beroperasi di Belawan juga sangat dibutuhkan," ujarnya.


R. Khairil Chaniago, dalam pemaparan singkatnya menjelaskan, bahwa Kota Belawan adalah kota yang multi potensi, mengingat Pelabuhan Belawan adalah penyumbang devisa dan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), kota kecil yang dihuni lintas intansi, di diami oleh beberapa perusahaan Negara (BUMN) dan swasta di berbagai bidang dan menjadi pintu gerbang utama wilayah barat Indonesia.

"Namun, karena kurangnya penataan dan kepedulian, menyebabkan Belawan menjadi kumuh dan di perparah lagi dengan bencana banjir rob yang berkelanjutan. Kita melihat begitu banyak faktor yang menyebabkan terjadinya banjir rob di Belawan, apakah itu factor alamiah maupun factor Artifisial (Hasil Perbuatan Manusia).  Untuk itu, kita semua harus mengenal akar masalah supaya kita mudah mencari solusi penyelesaian masalah," papar Khairil.

Pada kesempatan ini, R. Khairil Chaniago memberi apresiasi yang tinggi kepada sub holding PT. Pelindo (PT.Prima Multi Terminal), yang merupakan satu satunya dari unsur Badan Usaha atau perusahaan yang ikut hadir menjadi peserta kegiatan dari puluhan perusahaan yang di undang. 

Menurut Khairil, anak perusahaan PT. Pelindo ini memiliki sikap Gentleman, karena telah berani hadir meskipun selama ini kerap menjadi sumber krtitikan dari masyarakat.

"Salam hormat saya untuk kalian, karena secara gentleman mau hadir mengikuti acara ini, tidak lari dari masalah yang ada dan menunjukkan kepeduliannya untuk bersama sama kami di ruangan ini mencari solusi penyelesaian masalah banjir rob di Belawan ini," tegas Khairil yang disambut tepuk tangan dari peserta kegiatan.

Pada sesi diskusi, Tonni Rickson Silalahi, yang bertugas sebagai pemandu Diskusi Intensif terlihat cukup efektif dalam memandu jalannya interaksi dialog antar peserta, sehingga diskusi berjalan secara tersistematis dan terstruktur dengan baik, dimana para peserta saling bergantian mengemukan pandangan maupun persepsinya sampai akhirnya menghasilkan butir – butir solusi yang bersifat jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang serta bermuara pada sebuah Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan terbentuk sebuah aliansi perjuangan masyarakat belawan dalam hal penanganan banjir rob di Belawan.

Adapun pada kegiatan “Diskusi Intensif” ini turut hadir perwakilan Lantamal I Belawan, Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Sumatera Utara, Dansubdenpom I/5 – 1 Belawan, Polsek Medan Belawan, pihak Kecamatan Medan Belawan, PT. Pelindo, FKPPI Kecamatan Belawan, LPM Kecamatan Belawan, FORMABES, ABB, PERMABEM, RENTAN Kecamatan Belawan, KBPP Polri para Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat serta Insan Pers yang meliput kegiatan.*

(Team MU)

TerPopuler

> Whatsapp-Button