Petani Bawang di Probolinggo Menjerit, Harga Anjlok

Kamis, 04 November 2021, 11/04/2021 WIB
Oleh TAUFIQ PERS

SNIPERS.NEWSProbolinggo - Petani bawang merah di Probolinggo menjerit dikarenakan harga bawang anjlok dan bayak merugi. Pasalnya, dari proses tanam yang membutuhkan beaya besar. Obat obatan mahal, pupuk langka dan sangat mahal, serta upah kerja tinggi.

Pantauan media Snipers.News di lokasi Pasar Bawang Sinto, Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. Bahwa, anjloknya harga bawang di karenakan terkena imbas di daerah lain sedang panen raya.

Suryadi (48), petani bawang merah ini merasa sangat merugi dengan anjloknya harga bawang di Pasar Bawang Sinto. "Bayangkan pak, modal saya total 15 juta, sedangkan ketika saya jual disini laku 6 ribu/kg, saya terima 2 juta pak," kata suryadi dengan logat maduranya, Kamis (4/11) siang.
                           

Petani bawang asal Sumberkerang Kecamatan Gending ini memaparkan beaya tanam tinggi, terutama sulitnya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. "Terpaksa saya beli pupuk yang ada dengan harga mencapai tiga kali lipat," keluhnya.

Suryadi berharap, pemerintah segera turun tangan membantu nasib para petani bawang merah yang ada di Probolinggo ini. "Dengan harapan, pemerintah mencarikan solusi terbaik agar pupuk tidak langka, dan harga jual bawang merah kembali stabil," harapnya.

Terpisah, Sutaman Efendi selaku Kepala Pasar Bawang Sinto membenarkan jeritan para petani. "Iya mas, benar sekali banyak petani merugi, disini bawang banyak, tapi pedagang tidak mau beli," ujar Sutaman.

Penyebab anjloknya harga bawang di Probolinggo menurut Sutaman, dikarenakan wilayah Bima, Nganjuk, Brebes dan Demak sedang panen raya.

"Terus terang mas, dengan anjloknya harga bawang, berimbas pada retribusi pasar, alasan petani bawangnya tidak laku," tutup Sutaman.*

(Taufiq)

TerPopuler

> Whatsapp-Button