Muktamar NU ke-34 Usai, Ini Pendapat Buya Muzammil Syai'i

Senin, 27 Desember 2021, 12/27/2021 WIB
Oleh TAUFIQ PERS

SNIPERS.NEWSPasuruan - Perhelatan Muktamar NU ke-34 di Lampung sudah usai, satu peristiwa musyawarah terbesar di Indonesia dengan ending yang smart dan mulus, tidak bisa dibayangkan terjadinya kristalisasi dukungan yang hampir berimbang antara Gus Yahya dan Kiyai Said Aqil, yang pada awal awal demikian keras dalam penentuan waktu muktamar apakah diajukan atau diundur sampai sampai masuk ke ranah hukum di pengadilan walaupun tidak berlanjut.

Solusi cerdas yang diambil walaupun kemudian molor sampai 3 hari, merupakan kompromi 'ala kiyai' sehingga semua sam'an wa thoatan pada keputusan PBNU. Muktamar kali ini menempatkan NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia harus mampu menjawab tantangan zaman yang serba digital serta memberikan solusi persoalan keummatan dalam persoalan ekonomi dan sosial yang semakin kompleks dalam memasuki abad ke-2 NU.

Artinya, abad (100 tahun) kebangkitan NU ke dua pasca dilahirkan pada tahun 1926, telah disusun program kerja yang cerdas sebagai landasan berpijak untuk bekerja 5 tahun ke depan.

Menurut Ketua Presedium Majelis Alumni IPNU Jawa Timur, H. Muzammil Syafi'i, SH,. M.Si, untuk meraih sukses dengan gerakan pembaharuan tersebut harus bisa menempatkan kabinetnya yang ikhlas, kredible dan ada waktu untuk mengurusi jam'iyah. Karena kesebalasan itu yang akan memberikan support atas tercapainya tujuan, terutama sekali memilih sekjen yang tepat yang mampu mengimbangi gerak cepat ketua umum dan menjabarkan ide ide brilliyannya dalam konsep dan implementasi yang tepat.

"Terpilihnya Almukarrom KH Miftahul Ahyar sebagai Rois Am dan KH (Gus) Yahya Cholil Tsaquf merupakan pilihan ideal saat ini, diharapkan mampu melakukan perbaikan sebagai implementasi kaidah al muhafadhotul ala qodimis sholih wal ahdu bil jadidil aslah. Saya yakin akan mampu menelorkan ide ide brilliyan dalam memajukan jam'iyah ke depan, dengan meneruskan hal hal yang dicapai oleh pendahulunya dengan mencari pembaharuan (tajdid) dalam pemikiran dan  langkah langkah stregis baik nasional maupun internasional dan saya yakin itu bisa dilakukan oleh Gus Yahya yang sudah dibuktikan beberapa kali tampil memberikan solusi pemikiran tingkat global," kata Buya Muzammil (sapaan akrabnya-red) kepada media Snipers.News, Senin (27/12) pagi.
                             

Dipaparkan Buya Muzammil, bahwa Majelis Alumni IPNU Jawa Timur mengusulkan pada Presedium Pusat MA IPNU untuk mengusulkan kepada Ketua Umum terpilih dan Tim Formatur agar memilih DR. HM Asrorun Niam Sholih, MA yang saat ini selaku Sekjen PP MA IPNU dan Sekretaris  Komisi Fatwah MUI.

"Prestasi dan jabatan yang pernah dijabat beliau sungguh bejibun, dari sisi kekaderan saya kira sudah tepat menempatkan kader terbaik IPNU sebagai upaya memadukan sistempat pengkaderan melalui Badan Otonom (Lakmud Lakut dll) dengan PKP NU yang saat sedang ngetren, pengalaman organisasi beliau sudah tidak diragukan lagi dalam periode yang lalu sebagai Katib Syuriyah PBNU, di ekternal sebagai Deputy Bidang Pengembangan Pemuda Kementrian Pemuda dan Olah Raga RI," terang Buya dengan gamblang.

Dengan menempatkan kader IPNU sebagai sekjen, masih kata Buya Muzammil, ke depan mampu memberikan semangat pada kader IPNU pada level bawah. Itulah sebagai penghargaan natural yang diberikan oleh induk organisasi yang namanya NU dan tidak diberikan kepada yang lain.

Sebagai akademisi dan intelektual muda NU yang produktif dengan karya karya tulisnya dan aktif sebagai nara sumber di berbagai even dan forum, akan mampu menjadi corong bagi PBNU yang besar ini.

"Saya yakin dengan menempatkan Gus Ni'am sebagai sekjen, maka gerak NU semakin canggih dan cepat sesuai dengan kebutuhan zaman dan keummatan," tandas Legislator Senior ini.*

Pewarta : Taufiq

TerPopuler

> Whatsapp-Button