Belum Resmi Dilantik Kepengurusannya, Gedung Sekretariat LAM Sungai Apit Dipertanyakan Pengelolaannya

Sabtu, 23 April 2022, 4/23/2022 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Siak - Salah seorang warga Sungai Apit mempertanyakan terkait keadaan gedung atau pengelolaan Sekretariat Lembaga Adat Melayu (LAM) kepada Pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Sungai Apit.

"Mengapa Gedung LAM macam tak terawat aja, macam tempat tak bertuan.
Itukan salah satu inventaris Pemda," tutur salah seorang warga Sungai Apit berinisial RJ kepada salah seorang Pengurus LAMR Kecamatan Sungai Apit.

Menanggapi hal itu, Andi Putra selaku Ketua DPH yang baru terpilih mengatakan, bahwa pihaknya sebelumnya sudah menerima laporan terkait hal itu, dan dirinya selaku ketua akan berbuat yang terbaik untuk gedung tersebut.

"Memang kami sebelumnya juga sudah mendapat laporan dari warga dengan keadaan Gedung LAM Kecamatan Sungai Apit saat ini. Kita juga tidak menginginkan hal-hal buruk terjadi, apa lagi sampai menjadi tempat anak muda berbuat yang tidak senonoh," kata Andi Putra, Sabtu (23/04/22).

Gedung tersebut, jelas Andi, juga pernah beberapa kali di kasih lampu penerangan, akan tetapi malah dirusak oleh orang yang tak bertanggungjawab .

"Untuk jadi pengetahuan semua, membeli lampu dan membersihkan pekarangan itu, kami memakai uang pribadi. Karena sampai saat ini, kami belum ada menerima uang dari pengurus karena memang anggaran untuk itu belum pernah tersalur dari pemda," ungkapnya.

Dikatakannya, kepengurusan LAMR Sungai Apit yang baru saja terbentuk ini juga sudah menyurati secara resmi pihak terkait, dalam hal ini Korwilcamdikbud Kecamatan Sungai Apit selaku pemegang kendali atas pengelolaan sekretariat tersebut.

"Karena ada beberapa petugas yang ditugaskan secara resmi di sekretariat tersebut, kami sudah layangkan dan ada beberapa Point yang kami pertanyakan ke pihak yang disurati," jelas Andi.

Dirinya meyakini, bahwa surat itu sudah sampai di meja Korwilcamdikbud, tetapi sampai saat ini surat tersebut belum dijawab oleh mereka. Malah, ada beberapa petugas yang ditempatkan di sekretariat itu sudah sangat lama tidak pernah datang,
namun tetap dipekerjakan dan mandapatkan honor dari pemerintah.

"Laporan ini saya dapatkan dari petugas honor yang lain, yang hingga saat ini masih menjalankan tugas dengan baik. Namun yang tidak pernah menjalankan tugas sudah sekian lama masih terima honor. Jika menurut laporan petugas yang aktif sudah hampir satu setengah tahun tidak pernah datang tetapi tetep dipekerjakan dan menerima gaji, ini yang salah siapa?.
Selaku Ketua DPH LAMR Sungai Apit, saya telah mencoba mengkomunikasikan dengan Kepala Korwilcamdikbud secara langsung dan sampai sekarang tidak di tanggapi," jelasnya.

"Saya juga beserta pengurus akan mencoba menjalin komunikasi dengan LAMR seluruh kecamatan yang berada di Wilayah Kabupaten Siak, agar bisa bersama-sama meminta kepada Pemerintah Kabupaten Siak supaya segera merumuskan Perda terkait pendanaan operasional Lembaga Adat Melayu Riau di masing masing wilayah kacamatan, agar LAM yang berada di setiap kecamatan itu dapat berjalan sebagaimana mestinya," jelasnya kembali.

Harapannya, sekretariat yang sudah di bangun dengan anggaran pemerintah tidak di sia siakan, karena uang untuk membangun sekretariat LAM itu tidak kecil. "Itu uang rakyat, haruslah kita jaga aset aset itu," pungkas Andi Putra.

Sementara Abdul Roni, selaku korwilcamdikbud, saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Gajah Mada, sekira pukul 09.30 Wib mengatakan, pihaknya juga telah lama menyurati dan menegur kepada pekerja penjaga tersebut, malah sudah dikeluarkan SP 1 dan SP 2, bahkan akan menyusul SP 3 jika tidak diindahkan.

"Jika tidak juga diindahkan, itu terpulang dari Pemda yang akan menentukan, apa mau dipakai atau diberhentikan. 
Dan kami juga telah menyiapkan surat pernyataan untuk dipertanggungjawabkan oleh pekerja penjaga tersebut," jelas Roni singkat.*

(Gunawan. S)

TerPopuler

> Whatsapp-Button