Sempat Viral, Kapolsek Bulagi Sampaikan Ini Saat Prosesi Pemakaman Warga

Selasa, 26 April 2022, 4/26/2022 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Bangkep - Tepatnya pada hari Senin 25 April 2022 di lokasi Pekuburan Desa Oluno Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), setelah prosesi penguburan Almarhum Rusdin Molunggui selesai dilaksanakan, pihak keluarga ahli musibah mendaulat Kapolsek Bulagi Ipda Muh. Ruhil Newton Sugiarto, S.H. untuk menjadi perwakilan keluarga agar dapat menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat Desa Oluno. 

Dimana diketahui sebelumnya, jenazah almarhum Rusdin ini sempat Viral saat akan di bawa dari Puskesmas Bulagi menuju rumah duka di Desa Oluno Kecamatan Bulagi karena tak ada tumpangan mobil untuk jenazah.

Pada kesempatan tersebut Kapolsek termuda se Polres Bangkep tersebut yang notabenenya merupakan putra daerah menyampaikan kepada seluruh masyarakat, apabila almarhum semasa hidupnya memiliki kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak disengaja maka tolong untuk dimaafkan.

"Saya mewakili pihak keluarga juga sangat memohon agar segera dimaafkan kesalahan dan kehilafan almarhum semasa hidupnya. Selanjutnya, apabila almarhum memiliki hutang piutang agar segera menghubungi pihak keluarga secepatnya dan lebih eloknya dan mulianya kita dapat mengikhlaskannya," ucap Kapolsek Bulagi mengawali sambutannya.

Melalui kesempatan tersebut, Kapolsek yang juga masih memiliki pertalian darah dan kekerabatan di wilayah Bulagi juga mewakili unsur Tripika Bulagi menyampaikan turut berbelasungkawa dan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum.

Lewat itu pula, Kapolsek dengan balak satu di pundak tersebut menghimbau kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam menggunakan medsos, bijak dalam menggunakan Facebook dan bijak dalam menggunakan media-media yang lain.

"Utus-Utus Sasaibino, Mau Nda Jagaiyo Konda Lipu Nia (mari saudara-saudara, kita sama-sama menjaga kampung/daerah kita agar tetap kondusif dan terhindar dari gangguan Kamtibmas serta provokasi," ucapnya.

Selain karena faktor kendaraan Jenazah yang dalam kondisi rusak, ada persepsi di tengah-tengah masyarakat selama ini berkembang mitos / tahayul yang menjadi landasan berpikir sebagian masyarakat, apabila memberikan tumpangan pada jenazah maka kendaraan maupun pemilik kendaraan tersebut akan mengalami kesialan.

Selain itu ada mitos lainnya bahwa usahanya bisa terganggu atau bangkrut dan apalagi kendaraan tersebut dijadikan sarana transportasi angkutan, maka dipastikan tidak akan dinaiki oleh penumpang. 


Stigma inilah yang masih melekat kuat di sebagian masyarakat dan dijadikan pegangan, sehingga enggan memberikan tumpangan pada jenazah walaupun dalam keadaan darurat sekalipun.

Hal tersebut terbukti saat kejadian meninggalnya Almarhum Rusdin. Pihak Polsek Bulagi juga telah berupaya mencari kendaraan jenis Pic-Up dalam hal ini (mobil open cup) masyarakat, guna untuk kelancaran pemulangan jenazah namun sia-sia saja, karena semua pemilik mobil Pic Up yang ditemui tidak ada yang mau memberikan izin untuk dijadikan kendaraan pengantar jenazah sementara dalam kondisi darurat, walaupun Kapolsek Bulagi akan membayar sewa jasa angkutanya.

Sebelumnya pihak Puskesmas Bulagi juga telah menghubungi Puskesmas yang berdekatan, yakni Puskesmas Sabang Kecamatan Bulagi Utara dan Puskesmas Lolantang Kecamatan Bulagi Selatan, namun usaha itu tidak terpenuhi dikarenakan gangguan jaringan telepon dan internet.

Kapolsek Bulagi berharap serta mendo'akan atas kepergian almarhum dapat diterima semua amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya dan mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT, dan di Aamiin kan oleh seluruh masyarakat yang hadir pada acara Penguburan tersebut.

"Saat ini kita berada di dalam bulan suci Ramadhan, momentum yang baik ini kita jadikan ajang saling maaf-memaafkan tidak ada lagi yang saling salah-menyalahkan antara satu dengan yang lain, karena hal tersebut tentunya akan mengurangi ensensi nilai ibadah kita, dan guna mereduksi adanya provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan membonceng peristiwa ini," harap Kapolsek.

Setelah selesai Penguburan tepatnya di rumah duka, pihak keluarga yang di wakili oleh Hamdan Molunggui dan hadir pula saudara kandung almarhum dan beberapa kerabat serta di dampingi Unsur Tripika Kecamatan Bulagi, pihaknya menyampaikan pernyataan sikap dan permintaan maaf dari pihak keluarga Almarhum, dikarenakan beredarnya Video, sehingga menyebabkan adanya pihak-pihak yang dirugikan serta pihaknya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Muspika Bulagi karena telah banyak membantu sejak malam sampai dengan prosesi penguburan hingga dapat terlaksana dengan aman dan lancar. 

"Kiranya kita semua dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini dan permasalahan ini tidak usah lagi di besar-besarkan, dan kami berlepas diri apabila ada provokasi dan itu kami pastikan bukan dari pihak keluarga, dan pastinya orang luar yang mempunyai kepentingan lain," ucap Hamdan.

Dan diakhir pertemuan tersebut, pihak keluarga berjabatan tangan dan bersalaman dengan unsur-unsur Tripika dan Pegawai Puskesmas Bulagi serta diakhiri dengan pegangan tangan yang erat oleh semua pihak, sebagai isyarat dan tanda adanya persatuan dan kesatuan yang ada di Kecamatan Bulagi.*

(Yudi/Hms)

TerPopuler

> Whatsapp-Button