Sibro Malisi : Wartawan Harus Profesional

Jumat, 01 April 2022, 4/01/2022 WIB
Oleh TAUFIQ PERS

SNIPERS.NEWS | Probolinggo - Salah satu indikator dalam menilai kualitas dan profesionalitas seorang wartawan dilihat dari tulisannya di media sosial (medsos). 

Sangat nampak hasil karyanya diupload medsos. Hal itu disampaikan anggota Komisi 1, DPRD Kota Probolinggo Fraksi Partai NasDem, H. Sibro Malisi, S.S, Jum'at (1/4) pagi.

Menurutnya, jabatan seorang jurnalis itu sangat bergengsi dan mulia serta prestisi perstisius. Maka capaian itu perlu dijaga dan harus senantiasa memegang teguh kode etik jurnalis.

"Jika seorang wartawan hanya bermodal IdCard (kartu anggota wartawan dari salah satu media online, cetak dan elektronik), tetapi tidak menjiwai pada jabatan atau profesi, maka kualitas hasil karya jurnalisnya perlu dipertanyakan, karena hasil karyanya asal asalan," kata Mas Bro (sapaan akrabnya-red) kepada Snipers.News.
                             

Legislator muda ini menjabarkan, sangat mudah melihat seseorang wartawan itu berkualitas atau tidak, cukup dilihat dari hasil berita yang di muat.

Disitu, lanjut Mas Bro, olah kata sehingga menjadi asupan berita yang mudah di mengerti, tata bahasa sesuai EYD (ejaaan yang disempurnakan), tanda baca terdiri dari titik, koma, tanda petik, spasi, tanda tanya, komentar khusus dan komentar umum dari nara sumber (narsum), dan lain sebagainya.

"Ketika hal itu tidak terpenuhi, maka dari situ sudah nampak gradenya," papar Politikus Partai NasDem yang juga mantan wartawan salah satu media cetak Probolinggo ini.

Selain itu, narasi perlu menjadi perhatian. Selain ejaan yang disempurnakan, yang paling penting penulisan berita perlu memiliki kohesivitas atau keterkaitan setiap alinia. "Jangan sampai pembaca bingung. Karena keberhasilan sebuah tulisan adalah mengajak pembaca memahami kontennya. Bukan penulis saja yang memahami isi berita," terangnya. 

Mas Bro berharap, agar tetap menjaga marwah seorang jurnalis khususnya di Kabupaten dan Kota Probolinggo.  Para kuli tinta yang masih belum memenuhi standart, perbanyaklah bertanya dan belajar kepada wartawan yang sudah mumpuni dalam hal menulis berita yang baik dan benar, dan juga kerap membaca berita berita pada media ternama. 

"Jangan pernah malu untuk bertanya, karena pembaca akan tertawa ketika tulisan berita yang disajikan asal nulis. Saya haqqul yakin jika ikhtiar terus belajar, pasti akan tersaji tulisan berita yang berkualitas, dan tidak akan disebut wartawan bodrex (wartawan asal asalan)," tandasnya.*

Pewarta : Taufiq

TerPopuler

> Whatsapp-Button