Hentihu Bersama AMB Desak Kapolres Buru Segera Usut Kadis Dikbud Dahlan Kabau

Jumat, 20 Mei 2022, 03:01 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Ambon - Penggeledahan oleh Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Balai Kota Ambon beberapa hari lalu pastinya terdengar oleh seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Maluku. 

Namun di Kabupaten Buru yang berjulukan Rete Mena Bara Sehe, atau Kabupaten penghasil minyak kayu putih terbesar di Provinsi Maluku, tercium aroma yang tidak baik, sehingga terbakarlah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Buru dua hari kemarin.

Hal ini disampaikan oleh salah satu Tokoh Pemuda, yang juga anak Adat Buru H. Basri Hentihu kepada media ini di Kota Ambon, Kamis (19/5/2022).

Menurutnya, dengan terbakarnya Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dua hari kemarin, ia menduga hal yang sama saat kejadian terbakarnya Kantor BKD Kabupaten Buru beberapa tahun yang lalu. 

"Sehingga, dugaannya kantor tersebut bukan terbakar karena aliran listrik, tapi dibakar untuk menghilangkan hal-hal yang selama ini diduga ada keanehan pada kantor dinas tersebut," ujar H. Basri Hentihu dengan nada keras.

Olehnya itu, dirinya meminta dan mendesak Kapolres Buru agar segera memanggil Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Dahlan Kabau, S.Pd. untuk dimintai keterangan terkait terbakarnya Kantor tersebut, serta bertanggung jawab atas kejadian itu. 

"Karena hal seperti ini pun terjadi beberapa tahun yang lalu, yaitu terbakarnya Kantor BKD. Dimana saat itu terdengar kabar seperti sekarang, bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan datang di Kabupaten Buru untuk melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi," kata H. Basri Hentihu, yang biasa disapa Ongen.

Selain itu, ia mendengar isu akan kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Kota Namlea Kabupaten Buru dalam waktu dekat, tapi menurut Hentihu belum mendengar secara pasti jadwalnya.

"Isu tersebut sudah cukup lama terdengar diberbagai media sosial, bahwa ada kejanggalan yang diduga keras penyalahgunaan kewenangan yang mengarah kepada kasus korupsi," ungkap Hentihu.

Hentihu bersama Aliansi Masyarakat Buru (AMB) menduga keras, bahwa ada sesuatu yang tersembunyi di balik terbakarnya Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru dua hari kemarin.

"Sangat aneh sekali diakhir masa jabatan Bupati Buru yang tinggal 2 atau 3 hari ini, yaitu pada tanggal 22 Mei 2022, terdengar Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru terbakar, ini suatu keanehan dan ajaib sekali," pikir Hentihu.

Hentihu dan Aliansi Masyarakat Buru (AMB) menduga, bahwa ada skenario terbakarnya kantor dinas ini. Dan ia juga menduga ada  yang merasa ketakutan akan kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bumi Rete Mena Bara Sehe.

"Kemudian, disaat terbakarnya Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu, anehnya lagi keterlambatan pertolongan untuk memadamkan api di kantor tersebut, padahal tidak macet seperti Kota Ambon atau kota-kota yang lain di Indonesia yang begitu banyak kendaraan beroda empat maupun kendaraan beroda dua sehingga terjadi kemacetan," jelas Hentihu.

Hentihu juga menguraikan, bahwa jalan menuju kantor dinas tersebut tidak jauh dan tidak ada hambatan lain untuk perjalanan mobil pemadam kelokasi terbakarnya Kantor Disdikbud. Sehingga, disinilah Hentihu bersama Aliansi masyarakat Buru menduga keras, bahwa ada skenario terkait terbakarnya Kantor Disdikbud tersebut.

"Dan bisa jadi dugaan saya bersama Aliansi Masyarakat Buru ini, bahwa kantor dinas tersebut dibakar untuk menghilangkan barang bukti atau sesuatu yang ada atau ada perpindahan sesuatu ke kantor dinas itu," terang Hentihu dalam dugaannya.

H. Basri Hentihu atau yang disapa sehari-hari Ongen ini menghimbau kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru Dahlan Kabau, S.Pd., jika merasa tidak mampu untuk memimpin lebih baik mengundurkan diri.

"Akan tetapi, pengunduran diri tersebut tidak mempengaruhi proses pengusutan atas terbakarnya kantor yang ada ini, harus bertanggung jawab atas kejadian ini," tegas Hentihu.

Diakhir penutup, Hentihu meminta dan mendesak Kapolres Buru dan para penegak hukum yang ada di Bumi Negeri Rete Mena Bara Sehe dan di Provinsi Maluku untuk tidak tinggal diam atas kejadian tersebut, karena menurutnya, ada skenario atas kejadian tersebut.

"Apa lagi kejadian penggeledahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Ambon beberapa hari kemarin sempat viral, sehingga mempengaruhi fisiologi para pemangku kebijakan diberbagai instansi termasuk di Kabupaten Buru itu sendiri. Sehingga, dugaan bahwa kantor dinas tersebut dibakar bukan terbakar sendiri karena kosleting listrik atau ketabrakkan arus listrik positif negatif," tutup H. Basri Hentihu.*

(Ajid Tomagola)

TerPopuler

> Whatsapp-Button