Poros Lintas Jalan Penghubung Antara Desa Rema ke Kute Gerat Bukit Tusam Nyaris Putus

Senin, 30 Mei 2022, 00:30 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Agara - Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan Pemantau Pembangunan Indonesia (PPPI) Kabupaten Aceh Tenggara Arahim Johari, S.H., melalui Ketua harian Sabri Desky, beserta beberapa rekanan dan Awak Media Snipers News, melakukan observasi dan memantau langsung ke lokasi tempat kejadian terputusnya Jalan penghubung antar Desa Rema dan Kute Geret, Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), Sabtu (28/05/22).

Pantauan Awak Media Snipers News dan beberapa rekanan dari LSM Perkumpulan Pemantau Pembangunan Indonesia (PPPI) yang dikomandoi Ketua Harian Sabri Desky, terlihat di lokasi belum adanya sedikitpun sentuhan perehaban dari pihak terkait, dan tidak ada dipasang rambu rambu jalan agar berhati hati, untuk menghindari kecelakaan pada malam hari, karena lokasi jalan sangat rawan dan gelap.

Menurut keterangan pengguna jalan yang merupakan warga setempat yang namanya tidak ingin dipublikasikan dan kebetulan sedang melintas untuk menuju ke kebunnya yang tidak jauh dari lokasi mengatakan terkait dengan terputusnya jalan penghubung tersebut.

"Putusnya jalan penghubung antara Desa Rema dan Kute Gerat ini akibat dikarenakan derasnya curah hujan dibeberapa hari yang lalu," katanya.

Akibat dari putusnya jalan lintas penghubung antara Desa Rema dengan Desa Kute Gerat Kecamatan Bukit Tusam sangat dirasakan oleh masyarakat, karena jalan lintas ini merupakan jalur perekonomian. Seperti pedagang sayur keliling, mereka sering menggunakan jalan lintas ini untuk melintasi kebeberapa Desa dengan cepat.

"Yang paling tepenting lagi untuk mengeluarkan hasil panen dari persawahan masyarakat Desa Rema dan masyarakat Kute Gerat, seperti di waktu musim panen Padi dan Jagung pada saat sekarang ini, kami sangat merasa kesulitan," katanya kembali.


Sementara, Kepala Desa (Kades) Rema, Sabdin, kepada Awak Media Snipers News dan beberapa orang rekanan LSM PPPI, saat ditemui dikediamannya mengatakan, bahwasanya ia sudah pernah menyampaikan terkait dengan putusnya jalan antara Desa Rema dan Kute Gerat kepada pihak Kecamatan Bukit Tusam pada beberapa hari yang lalu, namun belum juga ada perbaikan sampai saat ini.

"Saya sudah pernah juga menanyakan pada Pak Camat, apakah Dana Desa boleh disalurkan kesitu, karena masyarakat Desa Rema sangat membutuhkan untuk perbaikan jalan penghubung antar desa tersebut, namun Camat Bukit Tusam mengatakan tidak bisa mengunakan Dana Desa untuk kesitu," ungkap Kades Sabdin.

Selanjutnya Kepala Desa Sabdin mengatakan, bahwa Camat beserta Staf dan Muspika Kecamatan Bukit Tusam didampingi dirinya dan pemuka masyarakat serta warga desa sudah melakukan peninjauan di lokasi tersebut.

"Saya sangat berharap kerjasamanya rekan-rekan LSM PPPI Aceh Tenggara dan awak media selaku sosial kontrol di masyarakat, agar membantu menyampaikan kepada Pemerintah Daerah ataupun Dinas terkait, agar secepatnya memperbaiki jalan antar desa yang terputus tersebut," harap Sabdin.

Disaat bersamaan, Awak Media Snipers News mencoba menghubungi Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Tenggara, Kabid Jalan dan juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Jembatan Pedesi, Yusuf melalui sambungan WhatsApp nya, guna mengkonfirmasi terkait putusnya jalan penghubung tersebut.

"Jalan penghubung antar Desa Rema dan Desa Kute Gerat yang terputus sudah di data dan kita usahakan secepatnya tahun depan, karena untuk tahun ini tidak ada untuk perubahan, karena kalau perubahan gak bisa tahun ini," jelas Yusuf melalui WhatsApp nya.*

(Dalisi)

TerPopuler

> Whatsapp-Button