Tokoh Masyarakat Desa Ranga-Ranga Berharap PT. ATN Secepatnya Beroperasi

Kamis, 26 Mei 2022, 16:21 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Banggai - Salah seorang tokoh masyarakat Desa Ranga-Ranga Abdullah Albakar merespon baik dengan wacana akan kembali beroperasinya PT. Augerah Tompira Nikel (PT. ATN) melakukan Pertambangan di wilayah Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai.

Abdullah juga mengatakan, dengan beroperasinya PT. ATN seperti beberapa tahun yang lalu, otomatis perekonomian masyarakat yang ada di lingkar tambang tentunya akan merasakan dampaknya, seperti beberapa tahun yang lalu.

"Sebelumnya PT. ATN juga sudah pernah melakukan Penambangan Nikel di wilayah Kecamatan Masama, dan tidak terjadi apa-apa terhadap lingkungan. Dengan adanya perusahaan yang berinvestasi di wilayah kita, tentunya dapat merubah roda perekonomian yang ada di wilayah tambang," ucap Abdullah.

Senada dengan Abdullah, salah seorang masyarakat Desa Minangandala Sandy Mandagi, yang juga merupakan mantan karyawan PT. ATN mengungkapkan, agar beroperasinya PT. ATN jangan menjadi polemik. Bahkan, disaat perusahaan tersebut akan beroperasi, pastinya warga lingkar tambang akan dipekerjakan, sesuai dengan basic nya masing-masing.

"Sabar, jika sudah beroperasi pasti kita bisa masukkan lamaran pekerjaan, dan pasti perusahaan akan mempekerjakan kita sesuai dengan skil dan kemampuan masing-masing," kata Sandy.

Hal itu juga disampaikan Dirut PT. ATN Ahmad Efendi Rambe. Bahwa pihaknya akan mengakomodir para pelamar kerja sesuai keahliannya masing-masing, dan sesuai zona perekrutan karyawan yang sudah disepakati oleh Pemerintah Kecamatan dan Desa yang ada di lingkar tambang.

Dikatakan Rambe, saat ini PT. ATN masih berproses administrasi di Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi dan juga Pemerintah Kabupaten Banggai, karena itu syarat sebelum melakukan penambangan.

"Kami juga dari PT.ATN akan merencanakan kegiatan penambangan atau melakukan kaidah teknis penambangan yang baik (Good Mining Practice), sehingga dampak lingkungan dapat di minimalisir, sehingga tidak menimbulkan efek negatif baik di masyarakat maupun lingkungan," ucap Rambe.

"Sebelum melakukan penambangan, Tim Teknik akan memaksimalkan progres untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan perusahaan pada saat melakukan penambangan, atau akan meminimalisir dampak yang akan terjadi," tutur Ahmad Efendi Rambe.

Sebelumnya, Kepala Desa Purwo Agung I Wayan Bony bersama Ketua BPD Desa Purwo Agung I Made Edy Kusnaedi telah menerima pihak perusahaan PT. ATN melakukan sosialisasi di desanya, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat Desa Purwo Agung, dan memberikan kesempatan kepada warganya untuk menyampaikan saran Masukan kepada pihak perusahaan  sebelum melakukan Penambangan Nikel.

"Agar kami masyarakat kami yang mayoritas petani dapat perhatian dari pihak perusahaan, mengingat areal persawahan dan akses air kami sangat dekat dari lokasi pertambangan," ucap Kepala Desa Purwo Agung.*

(Yudi)

TerPopuler

> Whatsapp-Button