Abdul Karim Yang Sah Menjabat Sebagai Kepala Sekolah SMP Alwashliyah 9 Medan, Begini Ceritanya

Rabu, 22 Juni 2022, 17:15 WIB
Oleh TAUFIQ PERS

SNIPERS.NEWS | Belawan - Diduga masih Perseteruan organisasi dimana ada dua versi kepengurusan, Selasa (21/06/2022) Sekitar Pukul 14.00 WIB , dihadiri para guru, Kepala sekolah SMP Swasta Al Washliyah 9 Medan, dan orang tua/ Wali Siswa Kelas IX, ramai ramai mendatangi gedung Gedung SMP Swasta Al Washliyah 9 Medan Jalan Selebes 40 Belawan, demi sosialisasi hasil kelulusan dan Ijazah.

Menurut Abdul Karim yang menyatakan dirinya lah sah sebagai kepala sekolah di SMP Alwashliyah diberikan SK oleh majelis pendidikan pengurus besar Alwasiah dan surat pelaksanaan tugas oleh Dinas Pendidikan Kota Medan.

Ia mengatakan lagi bahwa mereka sudah beberapa kali mencoba masuk, Jadi beberapa kali datang ke sekolah temu sapa dengan kawan kawan ternyata ia tidak diterima dengan baik.

“Kami sudah beberapa kali mencoba masuk ke sini karena saya sah ni sebagai kepala sekolah di SMP Alwasiah diberikan SK oleh majelis pendidikan pengurus besar Alwasiah dan surat pelaksanaan tugas oleh dinas pendidikan kota medan. Jadi saya beberapa kali datang ke sini temu sapa dengan kawan kawan ternyata saya tidak diterima dengan baik. Gerbang dikunci beberapa kali ada kami datang tidak pernah diberikan kesempatan untuk masuk ke dalam. Dan menjelaskan permasalahan ini sebenarnya saya mau menggaji guru saat itu karena mereka sudah hampir 10 bulan tidak mendapat gaji, silahkan nanti kalau memang apa ada beberapa guru yang sampai saat ini untuk 2021 tidak digaji, maka saya mau data namun tidak dierima, dengan alasan mereka pengelola mengatasnamakan pimpinan cabang Alwasliyah," katanya.

"Hari ini saya tegaskan pimpinan cabang Alwasliyah ada dualisme, dua dua sah, dua dua punya SK, kalau memang mereka pimpinan cabang pengelola, tidak salah juga PC Pak ustadz Asnawi juga mengelola sekolah tapi kita kesampingkan itu kita mau bahas pendidikan saja, kita gak mau bahas organisasi," tegas Karim lagi.

"Jadi hari ini kawan kawan ini sudah merasa ini kelewatan, ini sudah terlalu lama karena ijazah anak anak SKHU terancam tidak dikeluarkan oleh dinas, kalau seandainya ditanda tangani oleh Bu May Sarah itu dinyatakan asli tapi palsu , saya akan mengutamakan untuk kepentingan orang tua dari siswa untuk menjalankan tugas tugas saya sebagai Kepala Sekolah diberikan amanah oleh PB dan Dinas Pendidikan,” papar dia kembali.

"Langkah kedepan saya akan langsung Insya Allah koordinasi ke dinas, koordinasi MPPB, tentang permasalahan apa selanjutnya bila perlu koordinasi ke kepolisian," tutur Abdul Karim.

Setelah adanya klarifikasi singkat dari Abdul Karim, menurut orang tua siswa Mahdayani Lubis mengatakan dengan mereka bersama ramai-ramai datang ke gedung sekolah, mau mengurus ijazah anak mereka, Supaya maju sekolah, supaya gimana caranya lebih bagus lagi,

“Dengan kami sama rame rame datang kemari, mau ngapain ijazah anak kami, jadi kedepannya anak kami bisa kerja , bisa kesini bisa kemari, mohon lah sama bu May jumpai lah pak Karim ini, supaya ijazah kami ini, asli lah,” kata orang tua murid.*

( Team MU/Red )

TerPopuler

> Whatsapp-Button