BKKBN Aceh Percepat Penurunan Stunting Melalui Dashat Kampung Keluarga Berkualitas di Agara

Jumat, 03 Juni 2022, 06:28 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Agara - Kampung Keluarga Berencana (KB) dikembangkan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, dengan menekankan pada penguatan institusi keluarga dan masyarakat melalui intervensi program, dan kegiatan dengan pendekatan siklus kehidupan manusia. Kampung KB merupakan amanat langsung dari Presiden Republik Indonesia (RI).

Melalui Badan Kependudukan Keluaga Berencana Nasional (BKKBN) Kepala Perwakilan Provinsi Aceh Drs. Sahidal Kastri, M.Pd. beserta rombongan, bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Aceh Tenggara yang di nakhodai oleh Budi Afrizal, S.K.M., serta melibatkan berbagai pihak, baik dari TNI - Polri maupun Kepala Desa dan Pihak Puskesmas setempat. 

Acara sosialisasi pengembangan Kampung Keluarga Berencana (KB) di hadiri dengan antusias masyarakat setempat yang kebanyakan dari para kaum Ibu, yang pada kali ini di gelar di Balai Desa Lawe Serke, Kecamatan Lawe Sigalagala Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (02/06/2022) sekira pukul 09.00 Wib.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berecana (DPPKB) Kabupaten Aceh Tenggara Budi Afrizal, S.K.M. mengatakan, permasalahan Stunting ini merupakan salah satu yang memang harus mendapatkan perhatian dari kalangan semua pihak, karena untuk Provinsi Aceh angka Stunting masih sangat tergolong tinggi, termasuk di Aceh Tenggara yang mencapai, 34,1%.

Kampung Keluarga Berkualitas merupakan konsep percepatan pembangunan keluarga yang terintegrasi dan komprehensif, dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan individu, keluarga dan masyarakat. 


"Kampung Keluarga Berkualitas diharapkan dapat menghasilkan keluarga berkualitas dengan karakteristik keluarga yang tenteram, mandiri, dan bahagia yang pada akhirnya berkontribusi pada pembangunan negara secara luas," ungkapnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluara Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, Drs. Sahidal Kastri, S.Pd., menerangkan secara umum, Kampung KB ini menjalankan sebuah fungsi untuk mendorong keluarga-keluarga di Indonesia dapat menjalankan fungsi keluarga sebagaimana mestinya. 

Fungsi-fungsi lainnya dari Kampung KB adalah pendampingan keluarga, fungsi pendidikan, fungsi reproduksi, kasih sayang, dan fungsi keamanan.   

Melalui Kampung KB, pemerintah dapat menanggulangi kesenjangan sosial di kalangan masyarakat. Adapun manfaat yang bisa dirasakan masyarakat adalah kemudahan akses mendapatkan berbagai layanan. 

Manfaat yang diterima antar Kampung KB berbeda, berdasarkan pada pemetaan masalah ada di setiap desa. Setiap wilayah memiliki masalah spesifik yang tidak bisa digeneralisasi. Pengurus Kampung KB akan menuangkan permasalahannya dalam suatu rencana kerja masyarakat yang disampaikan dalam pertemuan desa. 


"Selain dari pembangunan keluarga, Desa-desa Kampung KB  ini mengalami pembangunan, seperti adanya jalan yang layak, pasokan listrik dan air, dan infrastruktur lainnya," jelas Kepala BKKBN Perwakilan Aceh Sahidal Kastri.

Menurut Kepala DPPKB Kabupaten Aceh Tenggara Budi Afrizal dalam wawancaranya kepada Awak Media Snipers News mengatakan, dengan adanya kampung KB, kendala pada suatu kampung yang tertinggal dapat terlihat dan diprioritaskan oleh pemerintah. 

Hal tersebut dikarenakan kampung KB akan mengadakan rembuk desa atau pergelaran lokakarya mini di tingkat kecamatan yang lebih menarik perhatian pemerintah setempat, juga masyarakat sekitar. 

Sehingga, berbagai sarana prasarana yang menunjang kualitas hidup warga bisa didapatkan, seperti masuknya aliran air bersih, listrik, pembangunan jamban untuk keluarga yang membutuhkan sampai pembangunan jalan desa.

Keberadaan Kampung KB ini merupakan suatu potensi besar untuk pemberdayaan berbasis masyarakat dan keluarga dalam upaya penurunan stunting. 

"Atas dasar pertimbangan potensi ini, kami membuat sebuah rancangan salah satu kegiatan yang dapat dilaksanakan di Kampung Keluarga Berkualitas yaitu Dapur Sehat Bergizi Atasi Stunting(Dashat). Dengan menerapkan asah, asih, asuh dalam kemasan 8 fungsi keluarga yang diimplementasikan pula pada tataran sosial setingkat desa, Dashat ini memiliki nilai kasih sayang, berbagi dengan sesama, menganggap keluarga sasaran menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya nilai kasih sayang, Dashat ini juga diharapkan dapat mengembangkan nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok pengelola Dashat," papar Afrizal.

Dashat merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting yang memiliki calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu. 

Melalui pemanfaatan sumber daya lokal (termasuk bahan pangan lokal) yang dapat dipadukan dengan sumberdaya atau kontribusi dari mitra lainnya. 

Ditanya mengenai sudah berapa kali kegitan Kampung KB diadakan, Budi Afrizal menyatakan sudah 2 kali. "Sebelumnya kami adakan di Desa Ujung Barat Kecamatan Babussalam, dan ini akan terus kami lakukan sampai angka Stunting di Aceh menurun khususnya di Kabupaten Aceh Tenggara," ungkapnya menggahiri.*

(Dalisi)

TerPopuler

> Whatsapp-Button