PRM Tangkahan Bagikan Daging Kurban Kepada Anggota dan Masyarakat

Minggu, 10 Juli 2022, 11:17 WIB
Oleh Cinta Pradiva Alvina Ardianti

SNIPERS.NEWS | Medan - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tangkahan laksanakan penyembelihan hewan kurban dan bagikan daging kurban kepada anggota dan masyarakat. Kegiatan penyembelihan hewan kurban tersebut dilaksanakan pada Sabtu (9/7) bertempat dihalaman Kantor Hukum EPZA Jalan Gurami 11 Blok AA No. 334 Perumahan Griya Martubung III, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan.

Sejumlah warga masyarakat terlihat antusias menyaksikan penyembelihan hewan kurban yang digelar sekali setahun tersebut.

Sutan Mawardi, Ketua Panitia penyembelihan hewan kurban PRM tangkahan menyatakan, bersyukur dan gembira karena acara tersebut dapat berjalan sukses dan lanacar.

"Selaku panitia, kita merasa bersyukur dan gembira acara dapat berjalan sukses dan lancar. Apalagi kita melihat warga sekitar antusias menyaksikan kegiatan penyembelihan hewan kurban ini. Walau perayaan Hari Raya Idul Kurban tahun ini berbeda dengan yang ditetapkan oleh Muhammadiyah dengan Pemerintah, namun masyarakat tetap antusias," ujar Sutan.

Ketua PRM Tangkahan Eka Putra Zakran, S.H., M.H., menyambut gembira kegiatan penyembelihan hewan kurban yang digelar oleh pihaknya. 

Kita senang dan kita gembira bahwa tahun ini kita dari PRM Tangkahan masih mampu melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Walau kondisi ekonomi masih morat marit dan tidak stabil pasca pandemi covid-19, namun kita masih dapat melaksanakan penyembelihan hewan kurban, papar mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan itu.

Dijelaskan oleh Eka bahwa, "pihaknya beberapa pekan yang lalu rada-rada cemas bahwa pihaknya tidak akan dapat melaksanakan penyembelihan hewan kurban, karena berulang kali bongkar pasang peserta. Laporan panitia yang kita terima dalam rapat begitu, peserta yang mendaftar ada yang batal dan mengundurkan diri, alasannya ekonomi anggota belum stabil. Selaku salah satu PRM termuda di Kota Medan, kita tidak menampik akan hal itu, karena memang anggota kita saat ini juga masih sedikit, jadi wajar," kata Eka.

"Kita menyadari bahwa pasca pandemi covid-19 ekonomi masyarakat morat marit alias tidak stabil, jadi wajar kalau peserta ada yang batal dan mengundurkan diri. Kita tidak menampik akan hal itu," jelas Pengamat Huiim dan Sosial yang juga merupakan Ketua Umum PB PASU itu.


"Namun demikian, kita tetap mendorong para anggota agar tidak putus asa dan mau berkurban, sebab kurban adalah perintah agama yang diabadikan lewat kisah nabi Ibrahim AS," sebutnya.

"Di satu sisi kita menyadari bahwa ekonomi masyarakat morat-marit dan luluh lantah pasca pandemi Covid-19, jangankan untuk membeli hewan kurban, bertahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja terasa sulit. Jadi wajar kalau terjadi bongkar pasang peserta, karena kondisi sekarang memang tidak mudah. Namun, di sisi yang lain menjadi beban dan tanggung jawab moral bagi kita selaku pimpinan. Tahun lalu kita kurban, jadi tahun ini kita harus kurban juga agar tidak mundur. Prinsipnya hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, kalau tidak termasuk kita pada golongan orang-orang yang merugi," paparnya.

Lebih jauh dijelaskan bahwa kurban selain merupakan perintah agama, juga memiliki nilai silaturahmi dan semangat gotong-royong yang tinggi. Disamping itu, hikmah atau fadilah berkurban sangat banyak, salah satunya adalah mengikis sifat serakah dan menyembelih sifat kebinatangan (hewaniah) yang ada dalam diri manusia.

"Harapan kita, tahun depan PRM Tangkahan dapat menyembelih dua ekor lembu. Walau hari ini kita baru mampu menyembelih satu ekor lembu, tapi plening kita tahun depan minimal dua ekor lembu," tegasnya.

Mengenai perbedaan tanggal Hari Raya Idul Kurban 1443 H yang ditetapkan oleh Muhammadiyah dan pemerintah, dirinya tidak mempermasalahkan. 

"Kita tidak mempermasalahkan terjadinya perbedaan tanggal hari raya, selaku kader Muhammadiyah kita sudah terbiasa mengenai hal itu. Jadi kita happy saja, karena memang tidak ada masalah krusial disitu, yang masalah justru kalau tidak berkurban, itu baru jadi masalah," ujarnya.

"Pendeknya selaku pimpinan hari ini kita gembiralah, karena kita dapat berbagi dengan sesama. Laporan panitia, daging kurban sebagian didistribusikan kepada anggota Muhamadiyah dan sebagian yang lainnya dibagikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di Griya Martubung II dan Griya Martubung III. Nah, disitu kegembiraan kita, pungkas alumni Magister Hukum Kesehatan UNPAB itu.*

(Team MU)

TerPopuler

> Whatsapp-Button