Ahmad Hasyimi : Perlu Adakan Penyesuaian Harga BBM Agar Tidak Membebani Subsidi dan Jebolnya APBN Negara

Sabtu, 27 Agustus 2022, 08:17 WIB
Oleh TAUFIQ PERS

SNIPERS.NEWS | Agara - Ahmad Hasyimi alias Mimi Petir Silian, selaku pemerhati sosial dan aktivis, Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Distrik Aceh Tenggara (Agara) kepada media nasional Snipers.News perwakilan Aceh menyampaikan perihal kenaikan harga BBM, Sabtu (27/08/2022).

"Menyikapi terkait dengan isu kenaikan BBM dan mulai berkurangnya pasokan BBM karena terjadi peningkatan subsidi dan membuat pasokan di SPBU menjadi terbatas, sudah saatnya pemerintah segera menyesuaikan atau menaikkan harga BBM sebagai upaya mengurangi beban subsidi negara yang semakin membengkak," ungkapnya.

Selain menyesuaikan harga BBM, pemerintah juga dapat mengawasi agar penerima subsidi tepat sasaran dengan membatasi pengguna BBM bersubsidi.

"Kemudian memperkuat atau menambah program perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak dari penyesuaian harga BBM tersebut," ungkapnya.

Dirinya sangat berharap, pemerintah pada tahun 2022 agar mengeluarkan kebijakan pemberian subsidi energi sebesar Rp.502 triliun pada tahun 2022. Ada potensi kenaikan subsidi energi sebesar Rp.198 triliun pada akhir tahun, jika pemerintah tidak menaikkan harga BBM.

"Bila ini terjadi, artinya subsidi energi Indonesia menjadi Rp.700 triliun. Untuk itu, kenaikan harga BBM menjadi salah satu hal yang diperlukan untuk menekan angka subsidi agar tidak melonjak. Masyarakat juga diharapkan menerima kebijakan tersebut dalam membantu ketahanan ekonomi Indonesia," tandasnya.*

(Dalisi/Mimi)

TerPopuler

> Whatsapp-Button