Jeritan Hati Warga Pribumi di Bumi Berlimpah

Selasa, 23 Agustus 2022, 18:16 WIB
Oleh TAUFIQ PERS

SNIPERS.NEWS | Musi Banyuasin
- Jerit hati warga pribumi di bumi berimpah gizi, Simpang Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan adalah desa yang di kelilingi puluhan perusahaan bonfite, ada perusahaan MIGAS yang menghasilkan ribuan barrel gas dan minyak bumi per hari, tak terhitung rupiah yang mengalir jika di uangkan.

Ada pertambangan batubara, pabrik kelapa sawit dan ribuan hektar perkebunan milik perusahaan. Namun, berdasarkan pengalaman nara sumber yang berinisial AB, seorang warga yang telah pontang panting mencari pekerjaan, terutama di kontaraktor kontaraktor perusahaan MIGAS tersebut, dia mengeluhkan, sampai saat ini tetap saja tak ada tempat untuk dia bekerja.

Dan terkahir katanya, dia mencoba melamar pekerjaan pada perusahaan PKS, namun, sama seperti sebelumnya, hasilnya tetaplah nol. "Entah mengapa, sangat sulit bagi kami warga tak mampu ini mendapatkan pekarjaan sekalipun di tanah kelahiran kami sendiri, tapi anehnya orang orang pendatang, mereka yang dari luar muba bahkan dari luar provinsi pun sangat mudah mendapatkan pekerjaan di sini," katanya, Selasa (23/8).

Bahkan, mereka yang tadinya sudah bekerja di perusahaan lain, dengan sangat gampangnya bisa berpindah ke perusahaan yang baru, yang penghasilannya mungkin lebih besar dari perusahaan sebelumnya.

"Saya tidak mengarti, apa yang kurang dari lamaran pekerjaan saya, semua persyaratan sudah saya penuhi, apakah karena saya miskin dan tak bisa memberi mereka uang, sehingga saya sangat sulit mendapatkan pekerjaan ya?," tuturnya dengan raut wajah yang berlinang air mata.

Apa yang di keluhkan AB bukanlah tanpa alasan, atau mengada ada. Sebab, ketika ditelusuri oleh awak media Snipers.News, ini sangatlah ironis. Bagaimana bisa, di bumi yang kaya raya, yang di huni oleh puluhan perusahaan perusahaan bonafite, justru pribumi desa Simpang Tungkal menjerit pilu.

Sekedar untuk menafkahi anak isterinyapun mereka sangat kesulitan mendapatkan pekerjaan di perusahaan perusahaan yang bercokol di desa mereka. Tapi anehnya, justru para pendatang dengan leluasa keluar masuk bekerja pada perusahaan perusahaan tersebut. ada apa ini??, dan dengan di huni puluhan perusahaan perusahaan bonafite tersebut, pastinya orang orang luar daerah akan beranggapan bahwa warga masyarakat desa Simpang Tungkal hidupnya akan makmur.

Mereka yang dahulunya nenek moyangnya yang membuka desa  ketika masih menjadi hutan belantara, justru hanya segilintir saja yang bisa menjadi penikmat buah dari hasil kerja keras nenek moyangnya.*

(Ari widadi)

TerPopuler

> Whatsapp-Button