Terkesan Belum Mendapat Kemerdekaan, Warga Beguldah Kembali Datangi Mapolres Binjai Dan Pemko Binjai

Jumat, 19 Agustus 2022, 08:15 WIB
Oleh Link

Ket poto : Warga Beguldah saat minta Keadilan di Depan Mapolres Binjai

SNIPERS.NEWS | Binjai - Lagi lagi, sekitar 100 orang warga Beguldah, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan yang didominasi oleh emak emak, mendatangi Polres Binjai, Kamis (18/8) siang, sekira Pukul 14.00 Wib. 

Selain ke Polres Binjai, warga Beguldah juga menggeruduk Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, yang beralamat di Jalan Jend Sudirman, Kecamatan Binjai Kota. 

Pantauan awak media di Kantor Pemko Binjai, dengan dikawal oleh puluhan personil dari Polres Binjai dan Kodim 0203/LKT serta Satpol PP Binjai, warga mengaku jika kedatangan mereka ingin meminta perlindungan dan keadilan kepada Pemerintah dan aparat penegak hukum.

Warga Beguldah saat mendatangi Pemko Binjai

Seperti yang diungkapkan oleh Yuni br Ginting, salah seorang warga Beguldah, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan, yang ikut ke Kantor Pemko Binjai. Menurutnya, selama ini warga (Beguldah) kerap diintimidasi oleh segerombolan Orang Tidak Dikenal (OTK). 

Puncaknya, sambung wanita ini, pada saat rumah seorang warga Beguldah yang bernama Iwan Sitepu, dilalap sijago merah dan nyaris rata dengan tanah pada Rabu (17/8) dinihari, sekira Pukul 02.00 Wib. 

"Selama ini kami kerap diintimidasi oleh sekelompok orang atau orang orang suruhan yang kami duga disuruh oleh para preman. Puncaknya kemarin saat terjadi kebakaran dirumah Iwan Sitepu," ungkap Yuni sembari menangis karena mengaku takut mendapat intimidasi," ungkapnya. 

Lanjut Yuni, sekitar setengah jam pada saat api berasil dipadamkan oleh warga, tiba tiba datang sekelompok orang dengan memakai atribut Ormas sembari menenteng Senjata tajam jenis Kelewang. 

"Bukannya pemadam kebakaran tetapi malah puluhan massa dengan memakai atribut ormas yang datang dengan menggeber geber kereta (Sepeda Motor-red) sambil menenteng kelewang dan membawa panah beracun," urai Yuni sembari dibenarkan oleh seluruh rekan rekannya. 

Beruntung buat warga sekitar, tak berselang lama segerombolan OTK itu datang, personil kepolisian dari Polsek Binjai Selatan, tiba dilokasi untuk mengamankan situasi. 

Wakil Rakyar dari Fraksi Golkar turun ikut menyuarakan warga Beguldah

"Setelah polisi meletuskan senjata ke udara sekitar 8 kali, barulah para OTK itu pergi. Silahkan OKP datang kesini, tapi jangan membawa Sajam," beber Yuni, seraya menambahkan bahwa segerombolan OTK beratribut Ormas itu selanjutnya pergi kearah tali air. 

Disinggung apa tujuan kedatangan mereka ke Kantor Pemko Binjai, dengan kompak warga menjawab bahwa mereka ingin meminta perlindungan dan keadilan dari Pemerintah. 

Tidak hanya itu, massa dengan tegas juga meminta Pemerintah segera menutup galian C ilegal yang sudah puluhan tahun beroperasi dan tidak tersentuh oleh hukum. 

"Kami juga meminta pemerintah bertindak tegas menutup galian C ilegal yang sudah beroperasi sekitar 20 tahun sehingga menyisakan kesengsaraan buat kami. Sumur kami kering dan kami tidak bisa bertani karena adanya aktifitas ilegal ditempat kami. Selama ini kami sudah cukup resah karena kami terus diintimidasi," teriak warga seraya meneriakkan agar Galian C ilegal yang dimaksud segera ditutup. 

Para emak emak tersebut juga mengaku akan terus bertahan di Kantor Pemko Binjai, hingga mereka aman dan para pelaku teror ditangkap. 

"Kalau dikasi tidur disini, kami akan bawa bantal dan selimut. Biarlah uang kami habis untik makan disini, yang penting kami aman dan pelaku terornya ditangkap," tegas emak emak. 

Kedatangan warga akhirnya disambut oleh Sekretaris Daerah Kota Binjai H Irwansyah Nasution, serta Kasatpol PP Ardiansyah Putra Pohan. Akhirnya, beberapa perwakilan masyarakat Beguldah dipersilahkan untuk menyampaikan aspirasinya disalahsatu ruangan yang ada di Kantor Pemko Binjai. 

"Sekda tadi menerima kita dengan baik. Beliau berjanji apa yang menjadi keluhan kami akan segera disampaikan kepada atasannya. Apapun hasilnya nanti akan segera disampaikan kepada kami dan juga dilaporkan ke Pak Camat dan Lurah kami," beber salah seorang perwakilan warga usai menemui Sekda Kota Binjai. 

Sedangkan untuk keamanan, lanjut wanita berkacamata ini, Sekda tadi mempersilahkan warga untuk mempertanyakan ke Polres Binjai. 

Kedatangan masyarakat Beguldah ke Kantor Pemko Binjai untuk meminta keadilan dan keamanan karena mengaku kerap diintimidasi oleh sekelompok OTK, akhirnya segera direspon oleh Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar, H Zainuddin Purba SH. 

Sembari menangis dan berlinang air mata, keluh kesah pun disampaikan masyarakat Beguldah kepada wakil rakyat yang akrab disapa Pak Uda ini. 

"Saya sudah berkomunikasi dengan Bapak Kapolres Binjai dan menyampaikan bahwasanya masyarakat  meminta Kapolres dan Walikota Binjai agar segera menutup galian C ilegal yang berada disana dan selama ini sudah beroperasi selama 20 tahun," ungkap Pak Uda saat dikonfirmasi awak media disela sela dirinya menemui warga. 

Pak Uda juga menegaskan bahwa hal ini tidak ada kaitannya dengan politik. 

"Ini murni keluhan warga dan jangan dikaitkan dengan masalah politis. Memang nyatanya sama sama kita lihat bahwa keprihatinan masyarakat sudah memuncak sehingga mereka minta tutup galian C ilegal yang ada yang berujung diserang oleh kelompok yang diduga dari pengusaha ilegal itu. Inilah masalahnya yang sekarang terjadi," tegas Pak Uda. 

Sebagai Wakil Rakyat, H Zainuddin Purba meminta kepada Walikota dan Kapolres Binjai serta Dandim 0203/LKT, untuk bertindak tegas dengan menutup galian C ilegal yang berada di Beguldah. 


"Ini semua sumber masalah di kota ini. Untuk saya minta agar segera ditutup galian C ilegal tersebut. Belum lagi masalah narkoba. Artinya disitu untuk yang ilegal sudah komplit," beber Pak Uda. 

Pak Uda juga menyayangkan kenapa masyarakat harus mendapat teror dan intimidasi. "Kedepan saya berharap pemerintah dan kepolisian lebih tanggap," pintanya. 

Disinggung apakah selama 20 tahun beroperasi, galian C ilegal tidak tersentuh oleh hukum dan apakah ada oknum yang membekingi aktifitas tersebut, legislator dari Partai Golkar ini mengatakan bahwa sebelumnya sempat tutup.

"Sempat tutup. Selanjutnya buka lagi karena mereka mendukung calonnya Kepala Pemerintah pada Pilkada sebelumnya. Dan hingga saat ini masih tetap buka. Artinya banyak Sambo Sambo yang membekingi usaha ilegal itu," demikian tutup H Zainuddin Purba. 

(RAIYAN)

TerPopuler

> Whatsapp-Button