Gugatan Perdata Dicoret, Kuasa Hukum Desak Polres Langkat Untuk Tetapkan Tersangka Kasus Penggelapan

Kamis, 20 Oktober 2022, 08:19 WIB
Oleh Link

Ket poto :Andro Oki SH, saat konfrensi Pers terkait laporan klainnya di Polres Langkat yang terkesan lambat

SNIPERS.NEWS | Binjai - Muhammad Amin (33) korban dugaan penggelapan dan pencurian mobil pickup terus berlanjut.Segala upaya dilakukan Amin untuk mendapat keadilan dimata hukum. 

Melalui Kuasa Hukumnya, Andro Oki SH, korban penggelapan dan pencurian mendesak Kepolisian Polres Langkat untuk menetapkan petugas Deb-kolektor CV Cahaya Berlian Motor sebagai tersangka.

Menurutnya, dalam kurun waktu hampir lima bulan ni, kasus dugaan penggelapan mobil terhadap kliennya yang ditangani Polisi sebatas dalam penyidikan dan kabarnya polisi menangguhkan perkara ini sementara karena adanya gugatan perdata dipengadilan.

" Sesuai pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan SP2HP dari polisi, perkara itu sementara ditangguhkan lantaran pihak terlapor ada upaya melakukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Stabat, namun tadi setelah kita cek ke pengadilan, gugatan perkara tersebut dicoret dalam register perkara," ujar Kuasa Hukum Andro Oki SH, Rabu (19/10) disela Konfrensi Persnya.

Maka dari itu, lanjut pria sapaan akrab Oki menjelaskan, tercoretnya perkara No. 2/Pdt.G.S/2022/PN Stb dalam register perkara yang diajukan terlapor, pihak kepolisian Polres Langkat sudah seharusnya segera menetapkan tersangka dalam kasus ini.

"Kami berharap, kasus tersebut secepatnya diteruskan, dan siapa saja yang terlibat, harus bertanggung jawab secara hukum," tegasnya.

Selanjutnya, masih dikatakan Oki, dirinya sempat sesalkan dalam perkara ini, kenapa pihak penyidik mengatakan perkara yang dinaikan buah jeruk dan timbangan bukan mobil.

"Padahal disitu jelas dalam laporan dari klien saya, objek yang lebih besar itu mobil dan sepaket dengan buah jeruk yang total nilai memcapai 3 jutaan,  jadi pihak kepolisian janganlah mengada Ngada, jalankanlah proses hukum dengan seadil adilnya," pungkasnya.

Sementara itu, Amin warga Dusun I/A Famili DS Pantai Gemi Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat dalam kasus ini berharap kepada Bapak Kapolres Langkat untuk menindaklanjuti kasus yang dialaminya, sebab akibat dari kejadian yang menimpah dirinya, ia tidak dapat bekerja lagi.

"Saya sudah lima bulan ni tidak bisa bekerja bang, bagaimana saya bisa bekerja, mobil saya dilarikan pihak petugas Deb-kolektor, padahal saya cuma menunggak empat bulan, dan saya juga sudah ada etika baik untuk membayar satu bulan atau dua bulan, tapi mereka menolak," ucap Amin dengan sedih.

Selain itu, kata Amin, mobil miliknya dilarikan pihak petugas Deb-kolektor dengan cara dijanjikan penambahan pinjaman modal, namun yang ia dapat bukan penambahan pinjaman modal melainkan mobil miliknya dibawak kabur serta buah jeruk yang akan dia jual.

" Saya disini meminta keadilan Hukum agar pelaku secepatnya ditangkap dan diproses agar ada efek jera bagi Deb-kolektor yang nakal," ungkapnya.

( Raiyan )

TerPopuler

> Whatsapp-Button