Jalan Penghubung Dua Desa Rusak Parah, Relawan LARIS Probolinggo Gelar Kerja Bhakti

Rabu, 26 Oktober 2022, 17:53 WIB
Oleh TAUFIQ PERS

SNIPERS.NEWSProbolinggo - Kesekian kalinya, Tim Relawan Loyalis Gus Haris (LARIS) mendharma baktikan tenaga, fikiran bahkan hartanya untuk peka situasi serta berbuat bukan sekedar wacana untuk masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Faktanya, beberapa hari lalu sudah membantu masyarakat yang kekurangan air bersih dikarenakan longsor akibat guyuran hujan yang terus menerus di wilayah Kecamatan Kuripan.

Kali ini, Relawan LARIS Kabupaten Probolinggo yang dinahkodai Deni Ilhami SH, membuat jalan rabat beton, dikarenakan akses tersebut rusak parah dan dipastikan belum tersentuh oleh dana desa yang nilainya menakjubkan.

Akses jalan yang rusak parah tersebut merupakan penghubung antara Desa Selogudik Kecamatan Pajarakan menuju Desa Patemon Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo.

Dikatakan Deni Ilhami yang akrab disapa Kang Deni, bahwa giat Relawan LARIS yang berkaitan dengan sebuah finansial, tidak sedikitpun ada campur tangan dari pemerintah.

"Perbaikan jalan ini, murni merupakan inisiatif dari anggota setelah mendapat banyak keluhan dan masukan dari masyarakat sekitar. Dan dananya murni hasil swadaya dari anggota dan pengurus Relawan LARIS," kata Kang Deni kepada Snipers.News, Rabu (26/10) sore.

Terlebih (masih kata Kang Deni), jalan tersebut merupakan akses penghubung antar dua desa yang dipastikan lalu lalangnya masyarakat setempat. Kang Deni berharap, ada dermawan yang tanggap, peka, peduli akan aksi sosialnya.

"Jikalau ada yang mau menyumbang semen, pasir, kayu yang kita perlukan, akan kami terima. Tega apa tidak, warga yang lalu lalang dengan jalan yang rusak parah ini, apa harus menunggu adanya korban jatuh," tegasnya.

Ketua Relawan LARIS dengan suara lantang mengatakan, desa itu banyak sumber dana yang bisa dialokasikan dikarenakan keadaan yang urgent berkait dengan kebutuhan hajat hidup orang banyak.

“Ingat, akses jalan itu sangat penting, berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Jangan hanya karena desa terpencil, malah terkesan dibiarkan dan tidak diperhatikan," pungkasnya.*

(Taufiq/Humas LARIS)

TerPopuler

> Whatsapp-Button