Pengerjaan Proyek Jalan Umar Baki Diduga Asal Jadi, PUPR Terkesan Tutup Mata

Senin, 05 Desember 2022, 18:11 WIB
Oleh Link

Ket poto : Jalan Umar Baki tampak retak dan disoroti warga.


SNIPERS.NEWS | Binjai - Selain pengerjaan yang dinilai sembraut, proyek peningkatan Jalan Umar Baki Kecamatan Binjai Barat, senilai Rp.20 miliar, juga diduga asal jadi. 

Dari hasil pantauan di lokasi, Senin (5/12), Lean Concrete (LC) atau lantai kerja untuk pengerjaan beton rigid (jalan beton) mengalami keretakan. Kuat dugaan, lantai kerja yang retak tidak diperbaiki sebelum mengerjakan rigid. 

Dugaan tersebut juga diperkuat dengan beton rigid (jalan beton) yang baru selesai dikerjakan sudah mengalami retak. Padahal, beton rigid tersebut belum dilalui kendaraan berat.

Pengerjaan proyek 20 M di Jalan Umar Baki


Hampir semua segmen rigid yang panjangnya sekitar 5 meter didapati keretakan. Diduga, pengawasan yang lemah membuat proyek tersebut dengan mudah mengalami kerusakan di hampir setiap sisinya. 

Selain pengerjaan diduga asal jadi, proyek yang dikerjakan salah satu PT asal Medan Sunggal ini juga dinilai tak menjaga keamanan pengendara. Dimana setiap pengecoran didapati besi yang membahayakan pengendara tanpa diberi rambu-rambu. 

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek peningkatan Jalan Umar Baki, Soni Zebua, ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa LC bukan struktur dari rigid. "Itu hanya lantai kerja," kata Soni. 

Disoal keretakan LC dapat pengaruhi rigid, Soni tidak menepis hal tersebut. Namun, Soni memastikan sebelum pengecoran akhir, LC sudah mendapat perbaikan. 

"Kalau LC retak, ya harus diperbaiki. Karena takutnya bisa menimbulkan keretakan pada coran diatasnya. Setelah LC diperbaiki, harus ditunggu lagi 28 hari sesuai usia beton," kata Soni. 


Di lokasi, masih ditemui LC yang retak, bahkan diduga tidak diperbaiki dan sudah ditimpa pengecoran berikutnya. "Dimana ada LC yang retak?, nanti kami cek," kata Soni sembari meyakinkan, bahwa LC lain sudah diperbaiki sebelum pengecoran akhir. 

Terkait besi cor yang membahayakan pengguna jalan, Soni mengaku akan segera menindak lanjutinya. "Memang soal kesembrautan sudah kami tindak lanjuti dengan menyurati pihak rekanan," cetus Soni.*

(RN)

TerPopuler

> Whatsapp-Button