Merasa Ditelantarkan, Ibu Tiga Anak di Tiyuh Balam Jaya Cari Keadilan

Senin, 09 Januari 2023, 11:53 WIB
Oleh julianto88

SNIPERS.NEWS | Tubaba - Sungguh miris kehidupan seorang Ibu dengan Tiga (3) anaknya yang masih balita di Tiyuh/Desa Balam Jaya Kecamatan Way Kenanga Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, Satu Tahun lebih ditinggal Bapak dari tiga anak yang masih balita tidak kunjung mendapat keadilan. 

LN ( 36 ) Ibu rumah tangga istri sah dari TY ( 33 ) sudah Satu Tahun lebih ditinggal TY dengan beban mengasuh Tiga anak yang masih balita semua masih di bawah umur.
 
TY melangsungkan pernikahan dengan LN di Tahun 2014 dan sudah dikarunia Tiga anak, dua laki - laki dan Satu perempuan yang ketiganya masih di bawah umur Sepuluh Tahun, Kamis (05/01/2023). 

Menurut keterangan LN, kehidupan rumah tangga TY dan LN hancur setelah TY menjalin hubungan dengan wanita idaman lain WIL. 
TY meninggalkan istri dan ke Tiga anaknya menikah dibawah tangan (siri) dengan wanita idamannya,  yang baru - baru ini diketahui berdomisili di Tiyuh/Desa Indraloka Jaya Kecamatan Way Kenanga Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). 

Demi melangsungkan kehidupan dan menafkahi ke Tiga anaknya LN sehari-hari berjualan sayuran keliling dari Satu Tiyuh/Desa ke Tiyuh/Desa lain di Kecamatan Way Kenanga. Kegiatan berjualan sayuran harus LN lakukan sambil mengasuh anak-anaknya demi menyambung kehidupan yang dirasa kian berat. Kemudian, LN menyampaikan keluh kesah dan beban yang harus di tanggung nya setelah di tinggal TY menikah lagi kepada wartawan yang mendampingi salah satu LBH yang menjadi pendamping LN mencari ke adilan.

"Saya bingung pak mesti gimana dan kemana mencari ke adilan, Saya tau proses hukum untuk masalah keluarga Saya ini memakan waktu panjang. Saya berfikir lebih baik waktu yang panjang itu saya pergunakan untuk merawat dan mencari nafkah buat anak-anak saya yang masih balita dan membayar tanggungan hutang kami semasa masih bersama TY. Saya bersyukur dan berterima kasih atas kedatangan bapak yang siap mendampingi Saya untuk mencari ke adilan," ucap Ibu LN yang matanya terlihat berkaca-kaca. 

Sementara itu, Junaedi yang mendampingi Ibu LN untuk mencari keadilan atas dugaan penelantaran dan pernikahan dibawah tangan (siri) yang dilakukan TY menyampaikan kepada wartawan. 

"Saya akan segera berkoordinasi dengan KPAI dan Unit PPA Polres Tulang Bawang Barat, karena masalah yang dialami Ibu LN ini banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat. Akan tetapi, jarang diungkap ke publik dengan alasan yang seperti disampaikan Ibu LN maka Saya akan mendampingi Ibu LN hingga menemukan titik terang dan mendapat ke adilan," tegas Junaedi. 

Dalam kesempatan lain anggota DPRD Tulang Bawang Barat dari komisi II yang kebetulan berdomisili di Tiyuh/Desa Mercubuana Kecamatan Way Kenanga, Roni, S.I.P., yang dihubungi lewat pesan WhatsApp oleh wartawan menyampaikan pesan dan dukungannya agar permasalahan penelantaran dan dugaan pernikahan dibawah tangan yang dilakukan TY dengan wanita warga Tiyuh/Desa Indraloka Jaya diproses secara hukum. 

"Saya sangat mendukung langkah yang dilakukan saudara Junaedi, kasihan nasib para wanita dan anak-anak di bawah umur yang ditingal suami tanpa status jelas apa lagi sampai menelantarkan anak. Sudah jelas undang-undangnya bahwa Negara harus memberikan jaminan dan bantuan hukum kepada wanita yang mendapat tindakan tidak manusiawi dan anak-anak yang ditelantarkan Saya siap membantu mendampingi bila diperlukan," pungkas Roni, S.I.P.*

(Juli) 

TerPopuler

> Whatsapp-Button