Karyawan PKS PT. SPA Gelar Aksi Unjuk Rasa Tuntut Manager Dikeluarkan

Rabu, 18 Januari 2023, 13:51 WIB
Oleh Link

Ket. Foto Ratusan massa saat berdemo di PKS PT SPA di Desa Mancang.


SNIPERS.NEWS | Langkat -  Warga bersama karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. SPA yang berada di Dusun Batu Gajah, Desa Mancang, Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat, berunjuk rasa menuntut gaji BHL tidak sesuai dengan UMR yang mereka terima, Rabu (18/01).

Aksi tersebut dimulai sejak pukul 09.00 Wib pagi hingga siang hari, dengan menunggu hasil keputusan dari pihak perusahaan, Ratusan karyawan tersebut belum mau membubarkan diri bila tidak ada titik terang dari pihak perusahaan.

Tidak hanya gaji karyawan yang tidak sesuai, Karyawan juga menuntut agar Manager Perusahaan bernama "Rustam Group" dikeluarkan dari Perusahaan.


Dalam aksi demo tersebut, puluhan karyawan bersorak agar Manager Perusahaan dikeluarkan.

" Keluarkan Rustam..keluarkan Rustam Group dari Perusahan ini," teriak warga saat aksi demo.

Salah seorang warga menyebut, seluruh karyawan mengeluh akibat tidak sesuainya gaji diterima, yang seharusnya didapat susuai UMR namun yang diterima hanya sebesar Rp 1.7 JT hingga 1.8 Jt.

" Kami disini cuma terima gaji setiap bulannya hanya 1.7 JT sampai 1.8 JT, banyak potongan bang, padahal gaji UMR seharusnya 2.7 Jt, kemana sisanya," ucap salah seorang karyawan PT SPA.

Lebih parahnya lagi, kami disini untuk masuk bekerja saja harus bayar 2 JT hingga 3 jt bang, tapi yang kami dapat bekerja disini menerima gaji tidak sesuai, siapa yang tidak kecewa," sambungnya.

Bahkan, kami akan tetap bertahan disini sampai pihak perusahaan mengeluarkan Rustam Group dari Perusahan, kalau tidak tutup saja pabrik ini.


Kepala Desa Mancang Ahmad Ajuar, turun kelokasi untuk mendengarkan aspirasi dari warga dan juga menenangkan seluruh karyawan yang berdemo agar tidak terjadi tindakan yang anarksis.

Kades Mancang Ahmad Ajuar bersama perangkat Desa dan Kadus serta Kamtibmas masuk kedalam perusahaan untuk melakukan mediasi antara manager perusahaan dan pimpinan.

Disitu, Ahmad Ajuar menyampaikan aspirasi dari warga agar manager perusahaan untuk keluar dari perusahaan.

" Saya selaku Kepala Desa disini menyampaikan aspirasi dari warga yang melakukan aksi demo, mereka meminta agar Bapak Manager Group dikeluarkan dari perusahaan, itu saja permintaan mereka," ujar Ahmad Ajuar.

Oleh karena itu, katanya, para karyawan tetap melakukan aksi demo bila Manager Group tidak dikeluarkan," tegasnya.

Selanjutnya, pihak pimpinan perusahaan menyampaikan agar meminta tempo waktu 2 Minggu untuk menyelesaikan masalah ini.


" Kami sudah berunding dengan pimpinan perusahaan yang berada dipusat, dan meminta waktu 2 Minggu agar permasalahan ini diselesaikan," kata Pimpinan perusahaan pabrik kelapa sawit.

Hasil jawaban dari pihak perusahaan dibantah langsung oleh Kepala Desa, menurutnya dengan tempo waktu 2 Minggu itu terlalu lama," jelas warga tidak terima dan tetap akan melakukan aksi demo, kalaupun waktu 2 Minggu, tapi tutup dulu pabrik ini," terang Ahmad Ajuar.*

( RN )

TerPopuler

> Whatsapp-Button