Kesbangpol Linmas Agara Lanjutkan Sosialisasi Qanun Syariat Islam di Kecamatan Bambel

Thursday, August 10, 2023, 06:24 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Agara - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) Aceh Tenggara (Agara) untuk yang kesekian kalinya mengadakan kegiatan sosialisasi dan koordinasi dengan Organisasi Masyarakat (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Kegiatan terkait dalam bidang pembinaan serta pengawasan Qanun Syariat Islam ini dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (09/08/2023) sekira pukul 09.00 Wib.

Pantauan Awak Media Snipers.news di lokasi, tampak hadir Sekretaris Kesbangpol Dona Alkadafi, S.S.T.P., M.M., Kasubbid Ormas Kesbangpol Hakiki, S.E., beberapa orang panitia penyelenggara dari Kesbangpol, Wakil Ketua I MPU Drs. Baharuddin, S.H., M.Hum, Danramil Kecamatan Bambel, Kabag Ops Polres Agara Kompol Binsar H. Sihotang, S.H., dan dari Kasi Intel Kejari Kutacane Jainul Aripin, S.H., serta unsur LSM, Mahasiswa dan masyarakat yang diundang untuk mengikuti acara ini.

Acara tersebut seperi biasa di pimpin oleh Sekretaris Kesbangpol Dona Alkadafi, S.S.T.P., M.M. Di awal pembukaan acara dirinya menyampaikan kepada seluruh masyarakat yang hadir, bahwa ia telah dipesankan oleh Plt Kaban Kesbangpol, Syahroel Desky, S.E., M.SI., untuk menyampaikan bahwa potensi publik mungkin akan terjadi dikarenakan Pemilu dan Pilkada 2024 mendatang.

"Jadi yang perlu kita ketahui tahapan Pemilu sudah dilaksanakan, yang mana di bulan Oktober ini mungkin akan mengeluarkan daftar calon tetap legislatif, dan mungkin di pertengahan Oktober maupun di akhir Oktober akan adanya penegakan calon presiden dan wakil presiden," ungkapnya.

"Kita harus mampu untuk menjaga ketentraman dan ketertiban pada Negara, karena kalau kita lihat jumlah tenaga keamanan dan tim keamanan di seluruh Indonesia, kalau cuma TNI dan Polri saja saya rasa tidak akan cukup dalam arena pengamanan pemilu ini, sekarang saja kita lihat setiap TPS itu digandeng satu Polri dan satu TNI," ungkapnya lagi.


Dona Alkadafi juga mengajak semua pihak agar bersama-sama menjaga ketentraman dan ketertiban di tempatnya masing-masing, karena yang dikatakan sukses Pemilu dan Pilkada tersebut, bukan sukses karena kandidat yang diusung ataupun kepala daerah yang diinginkan menang.

"Yang dikatakan sukses itu apabila pelaksanaan Pemilu dan Pilkada tersebut bisa berjalan dengan aman, tentram dan tertib, karena apabila sudah aman saya rasa kita juga melaksanakan aktivitas sehari-hari bisa berjalan dengan baik, karena untuk anggaran Pemilu dan Pilkada tersebut tidak kecil, tetapi sangat fantastis atau sangat besar," pungkasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pemateri dari Polres Agara, yakni Kabag Ops Kompol Binsar H. Sihotang, S.H. Ia mengatakan, bahwa semua komponen harus saling bahu membahu dalam menciptakan Kamtibmas baik sebelum pelaksanaan pemilu maupun pasca pemilu. 

"Tidak lama lagi kita akan melaksanakan pemilu, hanya tinggal beberapa bulan lagi kita akan menghadapi pesta demokrasi yang terbesar di dunia, yang akan dilaksanakan nanti serentak di tanggal 14 Februari 2004, dan ada 5 kotak yang harus dicoblos, perhatian kita bersama adalah bagaimana cara kita mensukseskan kegiatan pemilu ini. Pemilih cerdas pasti akan melaksanakan pilihannya sesuai dengan hati nurani dan tidak mau terbuai oleh transaksi yang sesaat, itu yang harus bapak dan ibu pikirkan, khususnya pemilih pemula harus memikirkannya dengan baik," kata Kompol Binsar.

Sebagai warga negara yang diberikan hak untuk memilih, harap Kompol Binsar, agar menggunakannya dengan baik. Hal itu disampaikannya secara pribadi kepada peserta sosialisasi yang hadir. "Karena kami, khususnya TNI dan Polri tidak diberikan hak untuk memilih, karena kami ditugaskan sebagai pengamanan, jadi kami sifatnya non partisan tidak berpihak," ujarnya.

"Untuk bapak, ibu dan adik adik sekalian perlu diketahui, bahwa khususnya di Provinsi Aceh ini merupakan daerah otonomi khusus sesuai dengan undang undang nomor 11 tahun 2006, Negara mengaturnya dengan baik, dengan peraturan perundang-undangan tentang pemerintah Aceh, di mana diberikan hak untuk menjalani pilihan berdasarkan syariat islam," tutup Kompol Binsar H. Sihotang, S.H.*

(Dalisi)

TerPopuler