Mabuk Tuak, Seorang Kakek Tewas di Parit

Selasa, 05 Desember 2023, 20:36 WIB
Oleh Arifin Soeparni

SNIPERS.NEWS | Serdang Bedagai -
Personil Satreskrim Polres Sergai yang dipimpin oleh Kanit I Pidum Ipda Sakban Hasibuan bersama dengan Ps. Kaur Identifikasi Sat Reskrim Polres Serdang Bedagai (Sergai) Aiptu Sahat MP Siregar, Bripka Supriandi dan Bripka A. Giawa melakukan cek tempat penemuan sesosok mayat di area perkebunan sawit PT. Indah Pontjan Dusun II Desa Pematang Cermai Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai  Sumatera Utara, Selasa (05/12/23) sekitar pukul 09.50 WIB.

Penemuan mayat atas nama Ngatimun (65) warga dusun V Sei Mulyo Desa Sei Bamban kecamatan Sei Bamban kabupaten Serdang Bedagai tersebut berawal pada Senin 04 Desember 2023 sekitar pukul 22.00 WIB, korban pulang minum tuak di salah satu warung paket tuak yang tak jauh dari lokasi,

Selanjutnya, korban pindah ke warung tuak di Dusun Pematang Condong Desa Pematang Cermai, kecamatan Tanjung Beringin. Kemudian Pukul 01.00 WIB korban hendak pulang ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor jenis Honda Revo BK 5292 NAG.

Sekitar Pukul 06.00 WIB seorang warga bernama Rudi (30) warga Dusun V Sei Mulyo Desa Sei Bamban kecamatan Sei Bamban menemukan Korban di Parit area Perkebunan PT. Indah Pontjan dengan posisi kepala masuk ke parit dan Sepeda motor terparkir di pinggir parit.

Selanjutnya, pihak keluarga Korban membawa korban ke rumah duka di Sei Mulyo Dusun V Desa Sei Bamban kecamatan Sei Bamban.

Polres Sergai melalui Satreskrim pukul 10.30 WIB dengan unit Identifikasi Sat Reskrim tiba di rumah duka untuk memeriksa seluruh tubuh korban dan saat dilakukan pemeriksaan pada tubuh korban tidak ada ditemukan tanda- tanda kekerasan, sehingga pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan.

Ipda Edward Sidauruk, Ps.Kasi Humas Polres Sergai ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan tindakan Kepolisian dengan cepat sudah dilaksanakan,

“Pihak Kepolisian Polres Sergai melalui Satreskrim langsung melakukan olah TKP dan mengecek korban dan tidak tanda-tanda kekerasan, sehingga pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan korban saat ini disemayamkan di rumah korban menunggu untuk dikebumikan,” jelas Edward.*

(JE)

TerPopuler