Kapolres Buleleng Pimpin Simulasi Pemungutan Suara di TPS

Sabtu, 27 Januari 2024, 10:28 WIB
Oleh Arifin Soeparni

SNIPERS.NEWS | Buleleng - Kegiatan simulasi pengamanan TPS yang dipimpin oleh Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, S.I.K., Μ.Η., yang sebelumnya apel bersama diikuti Waka Polres dan para PJU serta Kapolsek jajaran, serta para Bhabinkamtibmas dan personil yang akan mengamankan TPS sesuai plotingan yang sudah ditentukan, pada Jumat (26/01/2024).

Dalam simulasi ini disaksikan oleh Ketua KPU Kabupaten Buleleng Komang Dudhi Udayana bersama Komisioner Bawaslu Kabupaten Buleleng I Ketut Adi Setiawan, S.E., dan PLT sekretaris Sat pol PP Kabupaten Buleleng. 

Simulasi ini dilaksanakan dan diharapkan personil dapat mengerti dan memahami cara bertindak dalam pengamanan TPS pemilu 2024 dan dapat mengatasi semua masalah yang akan terjadi dalam pemungutan suara. 

Kapolres Buleleng dalam arahannya menekankan kepada personil Polri khususnya Polres Buleleng beserta jajarannya. "Tetap menjaga netralitas selama pelaksanaan tahapan pemilu 2024, Personil PAM TPS tidak diperbolehkan memasuki TPS, kecuali ijin dari ketua TPS. Dilarang memengaruhi masyarakat untuk memilih salah satu paslon, tidak melakukan berfoto bersama dengan calon dan berpose sesuai nomer paslon dan tidak membawa senjata dalam pengamanan," tegasnya

Berakhirnya pelaksanaan apel dilanjutkan Simulasi  pengamanan TPS yang sebelumnya Kabag Ops Polres Buleleng Kompol I Nyoman Wiranata, S.H., selaku Karendal Ops menjelaskan bagaimana SOP (Standar Operasional Prosedur), merupakan sebuah panduan yang bertujuan memastikan pekerjaan dan kegiatan operasional organisasi berjalan dengan lancar, pelaksanaan pengamanan TPS. 


Adapun Simulasi PAM TPS kegiatanya dapat diasumsikan pada salah satu tempat TPS dari pengawalan kotak suara menuju TPS pada Rabu, 14 Februari 2024 Pukul 06.30 Wita yang dilalukan oleh petugas PAM TPS (Polri) bersama 2 orang Linmas dari kantor Lurah Banjar Jawa menuju TPS, tiba dilokasi TPS surat suara diturunkan oleh petugas Linmas dan dijemput oleh KPPS. Kemudian personil Polri sudah berada di lokasi TPS sebelum dilaksanakan pencoblosan petugas KPPS melaksanakan pembacaan sumpah.

Selanjutnya, bersama saksi melakukan pengecekan surat suara beserta kelengkapannya dan setelah dinyatakan lengkap dilanjutkan dengan pencoblosan yang dimulai Pukul 07.00 Wita, satu persatu pemilih dipanggil oleh petugas KPPS untuk menggunakan hak pilihnya dan sampai selesai Pukul 13.00 WITA berjalan dengan aman dan lancar. 

Dilanjutkan penghitungan suara di TPS, pada saat itu salah seorang saksi melakukan protes terhadap hasil pencoblosan di TPS. Petugas KPPS meminta bantuan kepada petugas Polri yang melaksanakan pengamanan TPS,  atas permintaan Ketua KPPS PAM TPS berusaha menenangkan saksi yang merasa tidak puas dan memberikan pemahaman serta penjelasan terhadap saksi yang melaksanakan protes.

Saksi mengerti dan menerima sehingga penghitungan dilanjutkan sampai selesai. Dan setelah penghitungan selesai dan ditandatangani para saksi dilanjutkan pergeseran surat suara ke PPS, personil Polri yang pengamanan TPS melakukan pengawalan surat suara dan hasil penghitungan menuju kantor Kelurahan atau Desa sampai situasi kondusif.

Diakhir Simulasi ini dilaksanakan Kapolres Buleleng menyampaikan kepada para personil Bhabinkamtibmas dan PAM TPS tetap menghimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri bila merasa ada yang tidak puas.

"Dan masing-masing PAM TPS di Desa agar membuat grup WA untuk mencegah eskalasi meningkat dan Kapolsek  juga masuk di grup selaku Kaposko bisa memonitor dan memberikan arahan kepada anggota. Serta Bhabinkamtibmas adalah representasi dari Polri di mata masyarakat, maka selalu jaga sikap ditengah-tengah masyarakat sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat." imbuhnya.*

(Arifin)

TerPopuler