Viral !, Bule Diperas Sopir Taksi di Kuta Polisi Buru Pelaku

Kamis, 04 Januari 2024, 21:56 WIB
Oleh Arifin Soeparni

SNIPERS.NEWS | Denpasar - Terkait vidio viral yang beredar di media sosial diduga telah terjadi tindak pidana pemerasan dan ancaman kekerasan dan atau menguasai senjata tajam tanpa hak yang dilakukan oleh supir taxi kepada dua orang WNA, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H., menyampaikan saat ini pelaku sedang dalam pengejaran, kamis (4/1/2024).

Kejadian tersebut diduga terjadi pada selasa 2 januari 2024 sekitar pukul 17.00 Wita, di Jalan Kayu Aya Seminyak Kuta Badung, dimana terlihat dalam rekaman seorang supir taxi sedang mengancam kedua WNA yang merupakan penumpang dari taxi tersebut, dengan menggunakan sebuah senjata tajam dan meminta pembayaran jasa taxi sejumlah 50 Dolar, namun WNA tersebut hanya menyanggupi dengan sejumlah Rp. 50.000,  kemudian WNA tersebut berteriak secara histeris dan akhirnya diturunkan oleh supir taxi/pelaku didepan Hotel The Legian Seminyak.

Dari hasil penyelidikan didapatkan informasi bahwa taxi tersebut adalah Taxi Koperasi Jasa Angkutan Ngurah Rai Bali. Selanjutnya, dilakukan penelusuran ke kantor taxi Ngurah Rai diperoleh identitas terduga pelaku tersebut bernama : Yanuarius Toebkae, Lahir di Loel,  19 September 2003, Beralamat di Loel, RT 8 RW 4 Desa Fafinesu, Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timur tengah utara, Provinsi NTT.

Dimana taxi tersebut merupakan milik Sdr. I Ketut Tawer Alamat Banjar Kauh Ungasan Kuta Selatan, hasil penelusuran lokasi nomor HP pelaku, diduga pelaku telah pergi meninggalkan Bali dan posisi terakhir terdeteksi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.


Dan sampai saat ini belum ada laporan resmi dari korban kepada pihak Kepolisian.
Namun kita akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku, karena perbuatannya sangat meresahkan dan merugikan, serta dapat mencoreng nama baik Bali sebagai pulau tujuan wisata.

"Bagi masyarakat atau siapapun yang mengetahui ataupun menemukan keberadaan pelaku, kami mohon kerjasamanya agar segera melaporkan ke pihak Kepolisian terdekat," terangnya.

"Demikian pula terhadap kedua WNA yang diduga sebagai korban, yang hingga saat ini belum membuat laporan secara resmi, untuk mau bekerjasama membuat laporan ke kantor Polisi terdekat sebagai dasar melakukan proses hukum terhadap pelaku," sambungnya.

"Kami juga mengucapkan Terima kasih kepada masyarakat yang telah peduli dan menginformasikan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian sehingga bisa cepat dilakukan langkah-langkah hukum lebih lanjut, kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama kita jaga Bali agar tetap ajeg dan memastikan peristiwa yang sudah terlanjur viral dan telah mencoreng pariwisata Bali, tidak boleh terulang kembali," pungkas Kabid Humas.*

(Deky)

TerPopuler