Majlis Taklim Al-Khumairah dan Al-Mubarok Gelar Peringatan Isra Mi'raj 1445 H di TPQ Al-Iman

Jumat, 09 Februari 2024, 07:51 WIB
Oleh Arifin Soeparni

SNIPERS.NEWS | Tabanan - Majlis Taklim  Al-Khumairah dan Majlis Taklim Al-Mubarok menggelar peringatan Isra Mi'raj 1445 H di TPQ Al-Iman Perumahan Mandung 5 Blok E,  Banjar Mandung Kaja Desa Sembung Gede Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis (08/02/2024) mulai pukul 19.30 wita.

Acara yang di hadiri Ketua Majlis Taklim Al-Mubarok Aris Santoso dan Ketua Majlis Taklim Al-Khumairah berserta jamaahnya, serta di hadiri Ketua TPQ Al-Iman Soedarmoko beserta seluruh santrinya, juga di hadiri warga Perumahan Mandung 5 dan sekitarnya.

Seperti di ketahui, isra mi'raj terjadi pada tanggal 27 Rajab. Isra Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Baitul Maqdis dan Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Bumi menuju Sidratul Muntaha.


Acara yang di pandu oleh  Siti Nur Farida yang di awali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh bunda Sumerat. Kemudian sholawat Nabi Muhammad SAW dengan di iringi Hadrah Qoro'nal Qur'an Tabanan.

Dalam Sambutannya, Ketua Panitia Aris Santoso yang pada intinya mengungkapkan, Alhamdulillah kita masih bisa berkumpul di sini dalam rangka memperingati Isra mi'raj 1445 H, Nabi Muhammad SAW.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak-bapak Majlis Taklim Al-Mubarok dan Ibu-ibu Majlis Taklim Al-Khumairah yang telah bersama-sama bergotong royong dalam mensukseskan acara peringatan Isra Mi'raj ini. Semoga apa yang kita laksanakan ini mendapat ridho dari Allah SWT serta dapat mempererat hubungan siraturahmi kita khususnya sesama umat muslim dan umumnya sesama warga Mandung 5 dan sekitarnya," terang Aris Santoso yang juga Ketua Majlis Taklim Al-Mubarok.


Acara kemudian di lanjutkan dengan ceramah oleh Ustadz H. Nur Halim, S.Pdi., yang dalam isi tausiyahnya antara lain menjelaskan, bahwa Isra Mi'raj adalah peristiwa yang sangat istimewa. Karena Isra Mi'raj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju ke Masjidil Aqsha yang ditempuh dalam waktu sepertiga malam saja untuk menerima perintah sholat.

"Kalau untuk perintah membayar zakat, melaksanakan ibadah puasa dan menunaikan ibadah Haji, cukup ayat Al-Qur'an yang turun melalui malaikat Jibril yang di sampaikan kepada Rasulullah SAW," terangnya.

"Tetapi, ketika perintah Sholat sebagai kewajiban dan tiangnya Agama Islam, Rasulullah SAW di panggil langsung oleh Allah SWT. Berarti kwalitas Sholat itu sangat istimewa. Makanya, Rasulullah SAW pernah bersabda, yang pertama akan di hisab pada hari kiamat oleh Allah SWT adalah Sholat. Kalau Sholatnya bagus, maka semua amal ibadah yang lain akan ikutan bagus. Begitupun sebaliknya, kalau Sholatnya tidak bagus, maka amal ibadah yang lain pun akan ikutan tidak bagus," katanya.


Lebih lanjut Ustadz H. Nur Halim, S.Pdi., menjelaskan, jika tidak membayar zakat masih bisa selamat, karena zakat itu bagi yang mampu dan di bayarkan kepada fakir. Begitupun ibadah puasa, bagi yang tidak mampu melaksanakannya seperti orang tua jompo dan ibu yang sedang menyusui. Begitu juga ibadah Haji ke baitullah bagi yang mampu.

"Tetapi ketika kita tidak melaksanakan sholat, apa yang terjadi?, Runtuh. Sholat tidak boleh di tinggalkan dalam keadaan apa pun, karena sholat adalah hal yang paling utama dalam Islam. Sholat adalah tiangnya Agama Islam, maka barang siapa yang meninggalkan Sholat, berarti telah meruntuhkan tiang agamanya," tegasnya.


"Inilah oleh-oleh yang di bawa oleh Rasulullah SAW saat melaksanakan Isra Mi'raj. Maka ketika datang panggilan waktu sholat, bergegaslah melaksanakan sholat," pungkasnya.

Acara kemudian di tutup dengan doa yang di pimpin oleh ustadz H. Nur Halim, S.Pdi., kemudian bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan di iringi Hadrah Qoro'nal Qur'an serta berakhir pada pukul 22.30 wita.*

(Arifin)

TerPopuler