PT. CMC Diduga Abaikan Keluhan Warga Terkait Truk Kontainer Yang Mengarah ke Perusahaannya

Kamis, 18 Maret 2021, 3/18/2021 WIB
Oleh Redaksi

SNIPERS.NEWS | Deli Serdang - Masyarakat dan pengendara resah atas lalu lalang Truk Kontainer berkapasitas 60 ton lebih milik perusahaan ekspedisi yang menuju ke PT Central Mandiri Cemerlang (CMC) yang melintas di jalanan sempit dan semestinya bukan lintasan yang layak untuk kendaraan sebesar truk. 

Berdasarkan pantauan di lokasi, tepatnya di Jalan Gambir Pasar VIII Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang ini memang bukan lintasan yang layak buat kendaraan seukuran truk kontainer (truk gandeng). 

Akibatnya, kemacetan pun tak terhindarkan apabila truk kontainer tersebut melintas. Tak hanya itu saja, masyarakat juga mengeluhkan hancurnya jalan akibat tak mampu menahan beban yang di bawa truk tersebut. 

Selain itu, keresahan warga setempat juga berawal dari adanya kericuhan yang terjadi beberapa hari yang lalu, antara pengendara berinisial AS dengan sopir truk kontainer yang tidak mau mengalah saat kedua kendaraan tersebut melintas. 

Kepada awak media Snipers.news yang kebetulan pada saat kericuhan terjadi ada di lokasi itu, AS mengatakan kekesalannya. Pasalnya AS sudah sempat mengalah dan mundur sejauh 50 meter lebih dari truk yang sebelumnya melintas. 

"Saya sudah sempat mengalah bang dengan truk kontainer gandeng yang didepan truk ini. Masak sih dia gak mau mengalah, alhasil saya harus mundur lagi 50 meter ke belakang. Jalan ini sebenarnya gak layak untuk truk seperti itu melintas di sini, jalannya pun sempit. Maunya Dinas terkait tegur itu perusahaan pemilik truk kontainer ini, hancur jalannya," ujar AS dengan nada kesal. 

As juga mengatakan, seharusnya truk yang berkapasitas puluhan ton tersebut, tidak boleh melintas di siang hari yang bukan Jalan Nasional, terlebih lagi di tengah padatnya aktivitas masyarakat yang berbelanja di Pajak Gambir ini.

"Coba liat bang, jarak badan dan ban truk hanya berkisar 20 cm saja dari masyarakat yang berbelanja, takut juga aku bang ada masyarakat yang tergilas. Makanya aku ngalah dan mundur pada saat berpaspasan dengan truck itu, padahal aku lagi mengejar waktu," ucapnya. 

Hal senada juga diungkapkan pedagang pasar maupun masyarakat yang tinggal di Jalan Gambir tersebut. 

R misalkan, yakni salah satu pedagang yang sempat mengeluhkan hal itu kepada awak media ini. Dikatakannya, pada saat truk melintas di lokasi tersebut, jalanan menjadi mecet, sehingga aktivitas jual beli di pasar tersebut jadi terganggu.

"Pening lah bang kalau truk-truk itu lewat, jadi macet bang. Kalau sudah macet seperti ini, jual beli pun jadi terganggu. Yang tadinya ada konsumen mau beli, akhirnya terpaksa dia beli di seberang sana bang, daripada dia harus nunggu truk itu lewat. Jika truk itu melintas bisa menghabiskan waktu antara 15 sampai 20 menit bang. Sudah gak cocok lagi sebenarnya ada truk gandeng lewat jalan ini," keluh R. 


Sementara D, yakni masyarakat yang tinggalnya tidak jauh dari perusahaan tersebut, merasa heran, kenapa masih saja perusahaan itu dikasih ijin di Desa. Padahal ini bukan kawasan industri. Ini kawasan yang padat penduduk. Ia menilai, truk kontainer tersebut banyak merugikan orang. 

"Merugikan orang banyak itu bang, bahkan membahayakan. Ban pada kontainer itu banyak yang sudah tidak layak pakai, tapi masih saja dipergunakan. Apalagi kalau ban kontainer itu pecah di tengah Pajak Gambir sana, habis lah inang-inang yang jualan sayur di Pajak Gambir itu," ungkap D. 

D juga mengungkapkan, akibat kerap melintasnya truk gandeng tersebut, banyak lubang menganga disepanjang jalan tersebut, sehingga menambah rawan kecelakaan. 

"Dan Jalan yang di dekat SMP Negeri 2 Percut Sei Tuan, itu bergelombangnya cukup dalam dan itu hampir memakan korban. Pengendara sepeda motor sempat oleng dan hampir terjatuh, akibat sepeda motornya masuk kejalan yang bergelombang tersebut. Sebenarnya banyak juga warga yang menginginkan perusahaan itu dipindahkan ke kawasan industri, tapi kami hanya masyarakat biasa tidak bisa berbuat banyak," jelas D. 

Terkait adanya keresahan pengendara dan masyarakat, awak media ini mencoba mengkonfirmasi pihak perusahaan PT. Central Mandiri Cemerlang, namun tidak berhasil ditemui dan terkesan menghindari kedatangan wartawan. 

Petugas security yang menjaga di depan pintu masuk perusahaan melarang awak media ini masuk untuk menemui pimpinannya, malah diarahkan untuk bertanya kepada Kepala Dusun dan Kepala Desa. "Kalau abang mau lebih jelas silakan tanyakan ke Kepala Dusun dan Kades," ucap security. 

Merasa kurang puas, awak media ini mencoba mengkonfirmasi Kepala Dusun, terkait truk gandeng yang bebas melintas di siang hari dan meresahkan warganya. 

Saat ditemui, Kepala Dusun VII Desa Tembung Alex mengatakan, bahwa sebenarnya ia sudah lama ada rencana ingin menghentikan aktivitas truk kontainer yang mengarah ke perusahaan-perusahaan besar di dusunnya.

"Secara pribadi saya merasa truk tersebut sudah tidak cocok dan tidak layak lewat jalan itu. Karena didepan perusahaan itu sendiri ada jalan yang berlubang dan sudah lama tidak diperbaiki," ucap Alex. 

Diwaktu bersamaan, tepatnya di rumah Kepala Dusun, awak Media Snipers.news mencoba mengkonfirmasi Misman Puteh selaku Kepala Desa Tembung. 

Misman mengungkapkan, dirinya juga beranggapan sama dengan warganya, yang menginginkan dihentikannya operasional truk kontainer melintasi jalan tersebut, karena sudah banyak laporan masyarakat yang masuk kepadanya. 

"Secara pribadi dan jujur saya merasa keberatan dengan truk kontainer yang melintasi jalan itu. Namun ketika ada larangan, kami sering terbentur oleh oknum tertentu, jadi kami tidak bisa berbuat banyak, dikarenakan Ibu Eva selaku Manajemen dari perusahaan tersebut kurang kooperatif," ungkap Kepala Desa.*

(R. Anggi) 

TerPopuler

> Whatsapp-Button